Bagi Polyglot, Bahasa Daerah Juga Masuk Hitungan

Bagi Polyglot, Bahasa Daerah Juga Masuk Hitungan

Gagah Wijoseno - detikNews
Rabu, 20 Mar 2013 09:46 WIB
Bagi Polyglot, Bahasa Daerah Juga Masuk Hitungan
Jakarta - Bahasa daerah seringkali tidak masuk hitungan jika kita berbicara dalam konteks kemampuan berbahasa asing. Namun tidak demikian bagi poyglot, karena bagi mereka setiap bahasa sama berharganya.

"Iya kan bahasa daerah termasuk bahasa," ujar Founder Polyglot Indonesia Arra'di Nur Rizal kepada detikcom, Selasa (19/3/2013).

Menurut pria kelahiran Semarang yang sedang kuliah di Swedia ini, rata-rata Indonesia itu bilingual dan trilingual. Biasanya mereka bisa bahasa lokal, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga kalau bisa satu bahasa lain, sudah bisa disebut polyglot," tuturnya.

Walau menjadi akar bahasa Indonesia, bahasa daerah bisa punya banyak perbedaan. Baik itu perbedaan bahasa Indonesia-bahasa daerah ataupun sesama bahasa daerah, begitu juga dengan huruf alfabetnya.

"Karena bahasa Indonesia ke bahasa Jawa misalnya, relasinya lebih jauh dibandingkan bahasa Spanyol dan Italia. sementara Sunda ke Jawa juga berbeda jauh alfabetnya berbeda," terangnya.

Di beberapa negara yang terdiri dari banyak suku, bahasa daerah bisa berjumlah sangat banyak. Di Indonesia saja, bahasa daerah bisa puluhan jumlahnya.

Jadi jika saya bisa bahasa Indonesia, Sunda, Jawa, dan Padang maka saya juga polyglot?

"Iya betul Mas," tutur Rizal.

(gah/mad)


Berita Terkait