"Setahu saya, dia cuma sekolah sampai kelas 3 SD. Jadi dari kecil sampai 17 tahun, dia enggak dibiayai orang tuanya," ungkap ayah korban, saat ditemui di kediamannya di Cipinang Muara, Jaktim, Selasa (19/3/2013).
Ayah korban mengaku iba dengan A yang putus sekolah dan tidak dirawat orang tuanya. "Makanya saya suruh dia untuk jagain anak saya. Kan istri saya sama mertua sibuk urusin warung. Eh malah jadi begini," sesalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah korban juga baru mendapat informasi ayah pelaku pernah dipenjara. "Saya sempat dapat cerita dari teman kerja saya, kalau ibunya A merupakan TKI di Malaysia, sementara bapaknya pernah dipenjara dan sekarang kerja sebagai sopir mikrolet," tuturnya.
Selain berupaya menyodomi korban, pelaku juga sempat melecehkan secara lisan ibu sang bocah. "Pelaku pernah kepergok sama saya ketika di kontrakan sedang menyuruh anak saya, memegang kemaluan pelaku. Pas itu saya marahin, saya pikir dia sudah insyaf dia minta maaf, tapi malah ngelakuin lagi," ujar Ibu korban.
Dia menduga pelaku memang kerap berpikiran jorok. "Dia kayaknya emang otaknya 'ngeres' suka mikir jorok. Waktu itu saya pernah pakai celana pendek, terus dia terangsang dan kemaluannya berdiri," sebutnya.
Ibu korban menceritakan, dirinya pernah menjadi tindak pelecehan secara lisan. Saat itu pelaku merayu dirinya saat sedang di rumah.
"Dia pernah ngerayu saya, dia bilang cantik banget si mbak, saya mau punya pacar kaya mbak. Langsung saya marahin saja dia waktu itu," tuturnya.
A (17) tega menyodomi bocah 3 tahun di daerah Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Pelaku dua kali mencoba mencabuli korban saat menonton televisi di rumah kontrakan.
(edo/fdn)











































