Angkutan Lebaran, Tiket KA Sudah Bisa Dipesan H-30
Rabu, 06 Okt 2004 13:12 WIB
Bandung - Anda yang mau mudik lebaran, mungkin bisa bersiap-siap. PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam melaksanakan operasi angkutan lebaran 2004 ini membuka layanan pemesanan tiket 30 hari sebelum tanggal keberangkatan. Dalam siaran pers-nya di Bandung Rabu (6/10/2004), Direktur Operasi PT KAI Juda Sitepu menuturkan bahwa pemesanan tiket pun bisa dilakukan di banyak stasiun karena PT KAI kini sudah menerapkan sistem on-line reservation. "Di Jakarta, tidak harus di pusat reservasi Juanda. Sejumlah stasiun lain dalam wilayah DKI dan di luar seperti Merak dan Bogor juga bisa melayani penjualan tiket KA Lebaran," katanya.Selain memberikan keuntungan bagi calon pemudik, pemesanan tiket sejak awal ini juga akan bermanfaat dalam perencanaan operasi KA. "Persiapan kami akan lebih matang karena jumlah penumpang KA yang akan mudik sudah diketahui 30 hari sebelumnya. Persiapan armada kereta untuk pengangkutannya bisa dilakukan secara dini," paparnya.Meski demikian, bagi calon penumpang yang akan naik KA secara dadakan, menurut dia, juga tidak tertutup kemungkinan untuk mendapatkan tiket. Informasi ketersediaan tiket ini akan diberikan oleh petugas di stasiun. Ditambahkan dia, jajaran PT KAI berharap momentum Angkutan Lebaran 2004 ini berlangsung sukses. Menyinggung kemungkinan kelambatan KA, Juda mengakui bahwa hal itu sulit dihindari mengingat frekuensi perjalanan dipastikan meningkat dari hari-hari biasa. Begitu juga jumlah penumpangnya.Namun dari sisi infrastruktur, tahun 2004 ini PT KAI akan lebih baik. Pasalnya, pembangunan jalur ganda antara Cikampek - Cirebon sudah selesai seluruhnya. Sementara, di jalur Cikampek - Padalarang yang dibangun ruas ganda parsial, juga sudah selesai sebagian. "Kemungkinan kelancaran operasi KA akan semakin besar dengan suidah dioperasikannya jalur-jalur ganda ini," katanya. Untuk keselamatan perjalanan kereta di masa sibuk seperti lebaran ini, pihak PT KAI juga akan mengatur ulang jam kerja kru yang bertugas di atas armada seperti masinis dan asistennya serta petugas pengatur perjalanan KA (PPKA). "Salah satunya, memperpendek jam kerjanya pada jam-jam kritis agar kondisi fisik dan mentalnya tetap fit. Tidak perlu sesuai aturan baku yang flat dinas 8 jam. Bila perlu, tenaga dari kantor juga akan dikerahkan untuk menemani PPKA di stasiun maupun masinis yang telah berkerja over-time. Kalau ada yang sudah terlalu lelah, harus segera digantikan dengan tenaga yang masih fresh," tegas Juda lagi.
(asy/)











































