Bongkar Pasar, PKL dan Satpol PP Pekanbaru Nyaris Bentrok
Rabu, 06 Okt 2004 12:30 WIB
Pekanbaru - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Jl Agus Salim, Pekanbaru, Riau, nyaris bentrok dengan pihak Satpol PP dan polisi yang akan melakukan pembongkaran. Mereka bersikeras menolak pembongkaran tersebut.Rencana Pemkot Pekanbaru membuka kembali, Jl Agus Salim, yang selama ini dijadikan tempat berjualan belum berhasil maksimal. Belasan satpol PP dan 10 anggota polisi yang ingin mengamankan jalannya pembongkaran pasar, dihalangi sekelompok preman dan pedagang di kawasan Pasar Pusat Pekanbaru itu.Tidak sekedar menghadang, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (6/10/2004), sekelompok pedagang mulai melempari aparat. Tak cuma itu, sejumlah pedagang lainnya malah mengambil senjata tajam untuk mengejar Satpol PP.Melihat banyak pedagang yang emosional, Satpol PP dan anggota kepolisian yang ada akhirnya memilih mundur. Mereka meminta penambahan bantuan aparat ke amanan ke lokasi kejadian.Tidak lama kemudian dua unit mabil patroli Poltabes Pekanbaru dan dua unit mobil Patroli Kodim 0301 Pekanbaru, tiba di lokasi tersebut. Penambahan aparat keamanan ini membuat swasana kembali tenang.Meski demikian, pembongkaran lapak-lapak PKL tersebut tetap urung dilaksanakan. Pembongkaran akan dilanjutkan pada Kamis (7/10/2004)."Kita masih menunda jalannya pembongkaran pasar ini. Namun demikian kita akan lanjutkan besok pagi," kata Kapolsek Kota Pekanbaru, AKP Irwan Harahap.Salah seorang pedagang mengatakan, mereka enggan pindah karena berpegang pada janji Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah. Menurutnya, Herman telah mengizinkan mereka berdagang hingga lebaran nanti."Kami bukan tidak mau pindah, tapi di koran-koran Pak Wali bilang kami diizinkan berjualan sampai lebaran nanti. Anehnya kini awak (sekarang kami) dipaksa pindah," kata Ujang kepada detikcom.Jl. Agus Salim yang berada di kawasan Pasar Pusat Suka Ramai Pekanbaru ini, sudah lebih dari 10 tahun dijadikan tempat berjualan kebutuhan dapur. Jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 7 meter itu hanya bisa dilalui pejalan kaki. Sebab, seluruh badan jalan dipergunakan untuk lapak-lapak PKL.Pemerintah Kota Pekanbaru, berniat mengembalikan fungsi Jl. Agus Salim sebagai jalur resmi lalu lintas yang menghubungkan, Jl. Sudirman dan Jl. A Yani.
(djo/)











































