"Dua siswi Pondok Pesantren Panggung bernama Nurul Kholila (16) dan Maryami (14) tenggelam terseret arus sungai dan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (17/3/2013).
Nurul dan Maryami diketahui berasal dari Desa Banbaru Giligenting, Sumenep, Madura, tenggalam pada Jumat (15/3) lalu dan diketahui sekitar pukul 13.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat hujan deras juga diikuti petir, satu orang meninggal tersambar petir," ujar Sutopo yang tidak menjelaskan identitas korban.
Sutopo menambahkan penanganan bencana di Sumenep, Madura telah dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait. Pemerintah kabupaten juga telah mengeluarkan sejumlah dana penanggulangan bencana.
"BPBD Sumenep bersama unsur lainnya telah melakukan penanganan darurat banjir. Pemkab Sumenep telah mengeluarkan Rp 950 juta untuk penanganan banjir," ujar Sutopo.
Sutopo menutup dengan menyebutkan ketinggian banjir telah surut. BPBD Bangkalan bersama TNI, Polri, SKPD lain dan masyarakat melakukan penanganan darurat seperti evakuasi, distribusi bantuan logistik, dan pembersihan lumpur.
"Pendataan dan perhitungan kerugian masih dilakukan," tutup Sutopo.
(vid/)











































