SBY: Saya Memang Marah Karena Urusan Bawang

SBY: Saya Memang Marah Karena Urusan Bawang

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 15 Mar 2013 10:56 WIB
SBY: Saya Memang Marah Karena Urusan Bawang
Jakarta -

Di dalam sidang kabinet yang digelar kemarin, Presiden SBY mengingatkan para menteri untuk segera mengatasi melonjaknya harga bawang merah dan putih di pasaran. Presiden SBY mengaku marah karena persoalan harga tersebut belum mampu diatasi secara cepat.

"Saya memang marah kemarin karena urusan bawang merah dan putih. Ini sudah berhari-hari tapi kurang cepat, konklusif dan kurang nyata penanganannya.," ujar SBY dalam sambutannya saat bertemu dengan para pemimpin media massa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Kementerian terkait, lanjut SBY, sudah bekerja dengan cepat setelah mendapat instruksi darinya. SBY berharap persoalan harga tersebut bisa teratasi dengan segera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka sudah bekerja tadi malam, dan tadi pagi sudah melaporkan kepada saya, Insya Allah ada solusi cepat, berubah harga tersebut menjadi lebih stabil , rakyat percaya dan kemudian tindakan-tindakan berikutnya," paparnya.

SBY menjelaskan Indonesia merupakan eksportir bawang merah, tapi tidak setiap saat, ada musimnya. Biasanya awal-awal tahun kurang. SBY bercerita bahwa dirinya pernah ke Brebes langsung dan berdialog dengan petani bawang merah sehingga mengerti apa yang dirasakan petani.

"Karena musiman awal tahun biasanya shorted (kekurangan pasokan-red), nah kita impor sedikit. Biasanya sepanjang tahun kita lebih banyak mengekspor. Bawang putih kita net importir, dari Tiongkok misalnya. Nah mengapa ini terjadi membumbungnya harga sampai Rp 100, 200, 300 ribu? Ternyata ada miss match, bawangnya sudah datang di pelabuhan rupanya ada keterlambatan proses di Kementan tidak klop dengan Kemendag tidak segera dialirkan, kalau bisa hari ini ya hari ini kan sudah selesai urusannya," lanjutnya.

"Mudah-mudahan bisa segera dialirkan kita masukan ke market dan demand berubah dengan bagus, ternyata ada juga yang telah datang ke pelabuhan yang tidak mendapatkan izin nah itu treat secara sendiri, nah itu jangan sampai rakyat kita terlalu lama berada dalam ketidakpastian.Yang terakhir begini teman-teman pimred, kalau harga bawang naik seperti ini, petani bawang utamanya bawang bersyukur rezekinya bertambah, mudah-mudahan yang memiliki rezeki petaninya bukan pedagangnya yang terlalu banyak mengambil keuntungan, tetapi bagaimanapun harus stabil , baik bagi petani dan konsumennya secara menyeluruh," tutupnya.

(ega/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads