Pelaku Mutilasi Ancol Mengaku Punya Bisnis Percetakan

Pelaku Mutilasi Ancol Mengaku Punya Bisnis Percetakan

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 14 Mar 2013 23:15 WIB
Pelaku Mutilasi Ancol Mengaku Punya Bisnis Percetakan
Pelaku Mutilasi
Jakarta - Alanshia, pelaku mutilasi di Ancol, mengaku bekerja di Indonesia sebagai pebisnis. Bisnis yang ia jalankan adalah percetakan seperti pembuatan poster dan sejenisnya.

"Dia di Indonesia sebagai pebisnis, bisnisnya printing, tapi kita dalami," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2013).

Istri Alanshia juga telah diamankan pihak kepolisian untuk pemeriksaan. "Istri tersangka kita amankan," ujar Iqbal.

Namun Iqbal mengaku masih mendalami penyebab kematian Tonny Arifin Djonim, korban Alanshia. Termasuk kemungkinan adanya orang yang membantu Alanshia ketika memotong tubuh Tonny.

"Belum, nanti akan lengkap. Kita akan rilis dan lakukan rekonstruksi untuk tahu alat apa dia memutilasi," ujar Iqbal.

Seperti yang diketahui Tonny Arifin Djonim ditemukan tewas dalam kondisi termutilasi menjadi 11 potong di ruko Mediterania Marina Residence No 26D, Jakarta Utara. Oleh Alanshia, tubuh Tonny disimpan di satu koper, dua kardus, dan 5 kresek.

Alanshia tidak bisa berbahasa Indonesia dan ia berkebangsaan China, sehingga petugas Polrestabes Surabaya yang melakukan pemeriksaan awal mendatangkan intepreter untuk Alanshia.

Alanshia datang ke Surabaya pada hari Selasa (14/3) kemarin, ia menggunakan nama palsu dalam manifes pesawat yang ia tumpangi.

Namun polisi berhasil menemukan hotel tempat ia menginap di kawasan Dukuh Pakis, Surabaya, dan Alanshia tertangkap tanpa perlawanan.

(vid/fdn)


Berita Terkait