Identitas Terbaru Sandera WNI: Istiqomah dan Casingkem
Selasa, 05 Okt 2004 17:57 WIB
Jakarta - Kesimpangsiuran identitas 2 tenaga kerja wanita asal Indonesia yang sempat disandera di Irak akhirnya terungkap jelas. Salah seorang sandera yang sebelumnya disebut Novitasari binti Sugito ternyata bernama Casingkem binti Aspin.Penjelasan tersebut disampaikan Menlu Hassan Wirajuda dalam jumpa pers usai acara penyerahan hadiah sayembara logo peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Departemen Luar Negeri, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2004)."Berdasarkan paspor yang kita dapat dari kedubes di Riyadh diketahui bahwa kedua TKW itu adalah Istiqomah dan Casingkem. Untuk kebenarannya kita sudah mengecek ke Indramayu," kata Hassan.Ia menambahkan, Casingkem beralamat di Desa Bongas Rt 09/04 Kec. Bongas, Indramayu. Sebelumnya, lanjut Hassan, Deplu memperoleh informasi bahwa 2 sandera tersebut bernama Rosidah dan Rafikan. "Tapi, ternyata tidak cocok dengan identitas asli," ujarnya. Ia mengungkapkan, Deplu kemudian mencoba menulusuri identitas para sandera. "Kemarin kita dapat Istiqomah dari Jawa Timur dan Novitasari dari Malang. Dan ternyata Novita tidak terkait sama sekali dengan 2 foto yang sudah beredar di media massa," tandasnya. Kedua TKW tersebut, lanjut dia, diberangkatkan oleh PJTKI PT Sabrina. "Tidak seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa mereka sudah lama menjadi tenaga kerja karena ternyata mereka berangkat pada 23 September 2004 lalu," tukasnya. Hassan menjelaskan, saat ini kedua TKW tersebut sudah keluar dari Baghdad dan sedang transit di Amman, Yordania. "Sore ini, mereka berangkat ke Abu Dhabi dan setibanya disana akan langsung medical check up," paparnya.Kapan mereka tiba di Indonesia? "Secepatnya, kita atur mereka pulang ke Indonesia," kata Hassan singkat.Istiqomah Pakai Data PalsuDari data yang tercantum pada paspor yang diperoleh Deplu, ternyata Istiqomah mencantumkan data palsu. Dalam paspor nomor AH874552 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan ini, tertulis nama Rosidah binti Amuh yang lahir pada 3 November 1980 di Sukabumi, Jawa Barat.Pihak keluarga Istiqomah sendiri menjelaskan bahwa salah seorang yang diculik tentara pembebasan Irak bernama Istiqomah binti Misnad yang beralamat di Jl. Kinibalu, RT 003, RW 01, Tanjung Kelo, Banyuwangi. Sedangkan data dari paspor Casingkem bernomor AH874758 tertulis lahir di Indramayu, 8 Juli 1982. Paspor Casingkem sendiri dikeluarkan Imigrasi Jaksel pada 7 September dan paspor Rosidah alias Istiqomah dikeluarkan pada 6 September 2004.
(ton/)











































