Polri Tetapkan 7 Tersangka Bom Kedubes Australia
Selasa, 05 Okt 2004 18:01 WIB
Jakarta - Mabes Polri menetapkan 7 tersangka bom Kedubes Australia. Termasuk Heri Golun sebagai pelaku bom bunuh diri. Sebanyak 92 saksi sudah diperiksa."Mabes Polri telah menangkap tersangka bom Kedubes sebanyak 6 orang, belum termasuk tersangka pelaku bom bunuh diri Heri Golun. Jadi, tersangka yang sudah diketahui dan ditangkap sudah 7 orang."Demikian kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung dalam keterangan yang disampaikan di kantornya jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Selasa (5/10/2004)."Ketujuh tersangka adalah AS, UB, IS, DN, AAH, IR, dan Heri Golun. Sejauh ini Mabes Polri sudah memeriksa 92 saksi, dan semuanya sudah diambil keterangannya yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan," ujarnya.Dipaparkan Suyitno, 4 tersangka sudah ditangkap sebelum peledakan. Keempatnya mengetahui kepemilikan dan perpindahan bahan peledak, yakni AS yang sekarang sedang sakit, DN yang sedang dibawa polisi untuk melakukan pengejaran tersangka lain, kemudian UB dan IS."Tersangka yang sudah masuk dalam proses penyidikan ada 2 orang terkait pelanggaran UU 15/2003 tentang Terorisme. Mereka adalah AAH dan IR. Sedangkan seorang lagi adalah Heri Kurniawan alias Heri Golun alis Igun yang ditetapkan sebagai pelaku bom bunuh diri," katanya.Menurut Suyitno, dari hasil tes DNA dan pencocokan sampel darah kedua orang tua Heri dengan 9 serpihan potongan tubuh yang dianggap mewakili tersangka bom bunuh diri, diketahui identik. Tes dilakukan dengan menggunakan metode Metokondria DNA dan STR DNA."Sembilan serpihan itu mewakili pelaku bom bunuh diri, seperti potongan tubuh yang menempel di pedal, temuan tulang punggung dan jari yang menempel di pagar. Semuanya milik Heri Golun. Tapi kita juga sedang melakukan pemeriksaan dan pencocokan sampel darah keluarga lainnya terhadap sisa-sisa potongan tubuh lainnya," urainya.Mengenai kepastian Heri Golun sebagai pelaku bom bunuh diri, kata Suyitno, dibenarkan sejumlah saksi yang mengenali wajah Heri lewat foto Heri pada saat perkawinannya yang kedua di Rengas Dengklok 10 Desember 2003. Namun dikatakan saksi, dalam foto itu Heri terlihat jauh lebih ganteng karena tubuhnya padat berisi.Kepastian Heri Golun sebagai pelaku bom bunuh diri, sambung dia, juga diperkuat dengan surat Heri yang dikirim kepada istri dan orang tuanya. Isinya permintaan maaf, minta doa restu untuk mati sahid, dan minta agar utang-utangnya dibayarkan."Namun kita belum dapat memastikan kalau pelaku bom bunuh diri yang berada di dalam mobil boks yang meledak di depan Kedubes Australia itu hanya seorang Heri Golun. Tes DNA terhadap 2 keluarga dari Jabar dan Jatim masih berlangsung," demikian Suyitno.
(sss/)











































