Diserang & Dipukuli, Barisan Oposisi Tempuh Jalur Hukum
Selasa, 05 Okt 2004 17:26 WIB
Denpasar - Barisan Oposisi Bersatu (BOB) akan menempuh jalur hukum atas penyerangan dan pemukulan oleh segerombolan pria kekar dan polisi saat menggelar demonstrasi."Kita akan mengupayakan jalur hukum untuk menuntaskan kasus ini. Besok kita akan melapor ke polisi," kata Humas BOB Miftah dalam jumpa pers di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana jalan Sudirman Denpasar, Selasa (5/10/2004).Miftah mengecam sikap polisi yang terkesan membiarkan aksi penyerangan sekelompok pria kekar. "Polisi yang mengelilingi kita saat demo seakan tidak berdaya menghadapi 20-30 preman yang menyerbu kita," keluhnya.BOB menuntut aparat kepolisian dan kejaksaan mengusut tuntas kasus tersebut dengan menangkap pelaku penyerbuan dan pemukulan, termasuk kasus penyerbuan dan pemukulan yang dilakukan Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI) yang merupakan organisasi anak-anak tentara beberapa waktu lalu."Saat ini kita telah mengumpulkan bukti-bukti seperti melakukan visum terhadap korban pemukulan," kata Miftah.Korban pemukulan adalah Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Bali Agus Januraka oleh sekelompok pria kekar. Kondisinya babak belur akibat dipukul dan ditendang, mata kirinya bengkak dan tangan kanannya lecet. Dia dirawat di RSUP Sanglah.Korban lainnya, Edo dan Candra yang dipukul pada bagian kepala oleh sekelompok pria kekar. Kemudian Izan yang dipukul dadanya oleh polisi berseragam lengkap.Sekitar 15 demonstran dari BOB menggelar aksi antimiliter di jalan Sudirman Denpasar, dekat Universitas Udayana. Saat hendak bubar, demonstran diserang puluhan pria kekar dan langsung memukuli demonstran.
(sss/)











































