"Banyak yang jatuh dan kena pukul dalam kericuhan tersebut," kata Dedi Beben, kontributor Trans7, kepada detikcom, Minggu (10/3/2013).
Acara pelantikan walikota terpilih Rahmat Effendy dan wakilnya Akhmad Syaiku berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat itu puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang ingin meliput acara itu tidak bisa masuk karena ID Card sudah habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi dan wartawan lainnya akhirnya menunggu di luar ruangan pelantikan. Para wartawan ingin mewawancarai Gubernur Aher usai acara pelantikan. Begitu acara selesai, wartawan berkerumun untuk mencegat Aher.
Namun Aher dikawal oleh puluhan petugas pengamanan dari PKS dan juga Partai Golkar. Petugas pengamanan dari Partai Golkar mengenakan seragam loreng kuning dan juga baret. Sedangkan pengamanan dari PKS mengenakan seragam coklat-coklat.
"Terjadi dorong-dorongan dan juga kericuhan, banyak wartawan yang kena pukul," katanya.
Dedi mengatakan para petugas pengamanan itu meminta wartawan memberi jalan untuk Gubernur Aher. Padahal biasanya para pejabat selalu memberikan keterangan seusai acara berlangsung. "Kita juga heran biasanya tidak pernah ada masalah kalau mewawancarai pejabat usai acara, ini sampai ricuh segala," kata Dedi yang juga kena pukul itu.
Sementara, Aher saat dicoba dikonfirmasi tidak mengangkat ponselnya. SMS juga belum dibalas.
(nal/nrl)











































