PDIP: Pilgub Jabar dan Sumut untuk Menguji Soliditas Partai

PDIP: Pilgub Jabar dan Sumut untuk Menguji Soliditas Partai

Ray Jordan - detikNews
Minggu, 10 Mar 2013 10:19 WIB
PDIP: Pilgub Jabar dan Sumut untuk Menguji Soliditas Partai
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kurang bernasib baik dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut). Kader PDIP yang dimajukan dalam Pilgub tersebut tidak berhasil meraih kursi gubernur seperti yang diharapkan.

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan kekalahan itu dikarenakan PDIP bukanlah partai yang memiliki basis yang kuat di dua daerah tersebut. Meski demikian, PDIP mencoba mencalonkan tokoh yang namanya sudah tidak asing lagi di tingkatan nasional. Dan pada kenyataannya, PDIP bisa bersaing.

"Harus diingat, PDIP di Jabar dan Sumut tidak pernah punya (jadi) gubernur. Sejumlah lembaga survei pun mengurutkan PDIP di urutan ke sekian (bawah). Tapi kan kenyataannya PDIP masih bisa bersaing," ujar Tjahjo di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (10/3/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjahjo mengatakan, PDIP pada prinsipnya ingin menempatkan kader-kadernya yang sukses di daerah untuk 'berlaga' di tingkat nasional. Sedangkan tokoh yang namanya sudah tidak asing lagi di tingkatan nasional dicoba untuk mendulang suara di daerah.

"Kita ingin menempatkan kader daerah yang sukses, untuk coba diperanankan di tingkat nasional, misalnya Jokowi. Sedangkan tokoh nasional yang punya prestasi di pusat kita coba di daerah, misalnya Rieke dan Ganjar. Dia nggak punya nama di daerah, tapi di pusat dia menonjol. Lalu kita mainkan, nyatanya bisa bersaing," bebernya.

Tjahjo mengatakan, agenda Pilgub dijadikan untuk menguji sejauh mana soliditas partai, dengan mencalonkan kadernya sendiri sebagai calon gubernur. Sebab PDIP tidak ingin sukses di daerah hanya karena dijadikan 'partai tunggangan'.

"Jadi soliditas partai merupakan konsideran partai. Contohnya Jabar dan Sumut, cukup tinggi loh. Itu yang ingin kita jadikan pola kami di Pilkada. Kami tidak ingin partai jadi kuda tunggangan. Setelah didukung oleh partai jadi, tidak menghargai partai. Jangan jadikan partai politik jadi kuda tunggangan. Contoh Jawa Tengah, Bibit Waluyo, kita back up jadi. Tau-tau yang kedua (maju dari partai lain), pamit saja enggak," ujar Tjahjo.

Sementara itu, untuk agenda Pilgub di Jawa Tengah, Tjahjo mengatakan partainya optimis bisa mendulang suara terbanyak dan sukses meraih kursi gubernur.

"Jawa Tengah pasti optimis. Intinya merebut kekuasaan di daerah dengan partai, jangan sampai partai ini dilecehkan oleh orang-orang hanya untuk sebagai kuda tunggangan," imbuhnya.

(jor/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads