Demo Antimiliter, 1 Orang Babak Belur Dihajar Pria Kekar
Selasa, 05 Okt 2004 14:50 WIB
Denpasar - Sekitar 15 orang menggelar demo antimiliter. Tak dinyana, begitu selesai beraksi, puluhan pria kekar menyerbu. Seorang demonstran dihajar hingga babak belur.Cerita berawal ketika demonstran yang menamakan diri Barisan Oposisi Bersatu itu menggelar aksi di jalan Sudirman Denpasar, beberapa meter dari Universitas Udayana, oukul 14.00 WITA, Selasa (5/10/2004).Mereka terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lembaga Sosial Perempuan (LSP), dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).Demonstran menolak pengesahan UU TNI, menuntut pembubaran koramil, babinsa, korem, kodam dan kodim, menuntut jenderal-jenderal pelanggar HAM diadili, menghentikan daerah operasi militer di Aceh dan Papua, serta menuntut kenaikan kesejahteraan prajurit Bintara dan Tamtama.Usai melakukan orasi dan membaca pernyataan sikap, demonstran hendak membubarkan diri pukul 14.30 WIB. Tiba-tiba segerombolan pria kekar yang jumlah puluhan menyerbu demonstran dari berbagai arah. Demonstran pun lari tunggang langgang menyelamatkan diri.Puluhan aparat kepolisian yang sejak awal mengawal aksi para demonstran hanya bisa tercengang melihat kejadian yang tak dinyana itu.Ketua PRD Bali Agus Januraka ditangkap seorang pria kekar. Pamflet berisi kecaman terhadap militer yang digenggam Agus dirampas dan dibanting di jalanan. Kejadian itu disaksikan warga pengguna jalan.Agus kemudian diamankan 2 aparat kepolisian, salah satunya Kapolsek Kota Denpasar Barat AKP Singamata. Setelah dirasa aman, Agus hanya dikawal seorang polisi.Namun tiba-tiba segerombolan pria kekar kembali mengejar Agus. Begitu dapat, Agus langsung dihajar, wajahnya dipukul. Agus pun jatuh di aspal. Polisi yang mengawal Agus ikut terjatuh di aspal karena terdorong pria kekar.Agus kemudian ditendang bertubi-tubi oleh sekitar 5 pria kekar. Tubuh Agus yang terguling-guling akibat tendangan itu dijadikan mainan. Polisi yang terjatuh di aspal kemudian merebut Agus dan mengamankannya ke dalam kampus.Agus tampak sempoyongan. Mata kirinya bengkak tak karuan dan tangan kanannya lecet. Warga pengguna jalan hanya bisa menonton aksi kekerasan itu tanpa berani berbuat apa pun. Lalu lintas pun macet karena para pengendara menghentikan laju kendaraan untuk menonton.Tak lama kemudian, 2 pleton Dalmas Poltabes Denpasar datang. Aparat langsung menutup pintu kampus untuk mencegah serbuan pria kekar."Saya tidak tahu dan tidak kenal siapa yang mukul saya. Orangnya kekar-kekar. Polisi tidak bisa berbuat apa-apa," keluh Agus ketika berada di dalam kampus.Sementara menurut salah seorang demonstran, kejadian serupa pernah dialami saat hangat-hangatnya pagelaran Pilpres. Kala itu demonstran sedang melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Ketika berada beberapa meter dari Kodam IX Udayana, demonstran dihajar sekelompok pria dari Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI) yang merupakan organisasi anak-anak tentara.
(sss/)











































