Peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Februari lalu. Kekerasan seksual yang dialami korban bermula saat korban diajak kawan prianya berinisial BN (14) ke sebuah warnet di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Korban lalu dikenalkan oleh BN kepada RF. Ketiganya lalu pergi menggunakan angkot D61 jurusan Pasar Minggu-Pondok Labu.
Sejak pukul 19.00 WIB, korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini diajak jalan-jalan oleh BN dan RF. Di kawasan Pasar Minggu, angkot yang digunakan pelaku sempat berhenti di sebuah toko. Setelah jalan lagi, mereka kemudian berhenti di dekat Taman Barito. Di lokasi itu, korban dipaksa menelan pil hingga akhirnya tak sadarkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tak tahu peristiwa yang menimpa dirinya setelah tak sadar diri itu. Namun korban mengatakan setelah sadar, dirinya diturunkan oleh pelaku di kawasan Jalan Andara, Cinere, Jakarta Selatan, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Ironisnya, korban diturunkan dalam keadaan tanpa bercelana.
"Saya benar-benar malu. Saya ambil kain dari jemuran orang dan pulang sambil menangis," tuturnya.
Mengetahui anaknya pulang dalam kondisi seperti ini, ibu korban langsung histeris. Ia langsung melaporkan kasus yang menimpa buah hatinya ke Mapolresta Depok.
"Saya masih tunggu gimana di polisi. Sekarang belum ada kabar. Saya enggak terima. Saya mohon pelaku ditangkap dan dihukum berat," harapnya.
(rmd/rmd)










































