DPD Ngotot Soal Pimpinan MPR, Koalisi Kebangsaan Ancam WO
Selasa, 05 Okt 2004 13:08 WIB
Jakarta -
Koalisi kebangsaan mengancam akan walk out (WO) dalam sidang paripurna MPR jika komposisi pimpinan MPR yang diajukan terdiri dari 2 unsur DPR dan 2 DPD. Hal tersebut dinilai telah mengarah ke bentuk negara federal."Jalan pikiran seolah-olah DPR dan DPD sama adalah tidak sesuai dengan konstitusi dan mengarah ke negara federal."Demikian ungkap Ketua Dewan Koalisi Kebangsaan Akbar Tandjung dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (5/10/2004) siang.Padahal, kata Akbar, antara DPR dan DPD memiliki perbedaan baik wewenang, tugas maupun jumlah. "Karena Koalisi Kebangsaan taat pada konstitusi, kami sepakat untuk tidak melanjutkan pembicaraan. Anggapan bahwa lembaga ini setara bisa mengarah ke bikameral murni," tukas mantan ketua DPR ini. Akbar menambahkan, sikap ini merupakan sikap resmi yang akan disampaikan dalam sidang paripurna pada pukul 14.00 WIB. "Jika tetap dipaksakan kami akan menyampaikan ke Mahkamah Agung dan selanjutnya ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya.Ketua tim pengarah Koalisi Kebangsaan Sutjipto menambahkan bila usul ini tetap diteruskan maka ini merupakan awal pengingkaran terhadap NKRI. "Ini sudah keluar dari demokrasi dan mengarah pada tirani minoritas," tandas Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.Dalam jumpa pers tersebut juga tampak hadir perwakilan dari Partai damai Sejahtera Retna Situmorang, Bursah Zarnubi dari Partai Bintang Reformasi, M. Hatta dan Rambe Kamarul Zaman dari FPG, Soewarno dari FPDIP. Sekadar diketahui, pembahasan komposisi pimpinan MPR memang berlangsung alot. Setidaknya ada 2 alternatif yang akan dijadikan pembahasan. Pertama, komposisi pimpinan MPR terdiri dari 1 ketua dan 3 wakil ketua yang berasal dari 3 unsur DPR dan 1 unsur DPD. Kedua, komposisi pimpinan MPR terdiri dari 1 ketua dan 3 wakil ketua yang berasal dari 2 unsur DPR dan 2 unsur DPD.Rencananya, sidang paripurna yang akan berlangsung pada pukul 14.00 WIB mendatang akan membahas mengenai 2 alternatif ini. Dan kemungkinan bila tidak menemui titik temu maka akan dilakukan voting.
(ton/)










































