Kisah berawal saat Darna dan Benget terlibat cekcok, Benget menuduh Darna berselingkuh. Benget yang sehari-hari menjual soto di terminal Kampung Rambutan ini mengaku sakit hati hingga akhirnya tega membunuh dan memutilasi istrinya, pada Sabtu (2/3) malam.
Namun, hal tersebut bertolak belakang dengan pengakuan tetangga Benget. Mereka justru mengatakan Benget lah yang suka main tangan dan main perempuan. Benget sering memukul istrinya hingga babak belur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sering peluk-pelukan di warung soto itu," kata Karmanto, penjual nasi, yang berjualan di samping warung Benget.
Rekan Benget yang lain juga mengamini perilaku playboy Benget. Perempuan berbaju kuning yang tidak ingin disebut namanya ini bercerita. Dia dan suaminya sering minum tuak bareng Benget di warungnya.
Maklum selain berjualan Soto Benget juga dikenal warga sebagai penjual tuak. Menurutnya, Benget pernah bercerita jika Darna merupakan istrinya yang ke 6.
"Dia sering cerita ke suami dan teman-temannya kalau istrinya ada enam. Yang terakhir ini (korban) dari Jambi," katanya.
Sebelumnya Benget pernah kumpul kebo dengan beberapa wanita, hanya satu wanita yang dinikahinya secara resmi yakni Roinih warga Ciracas, Jakarta Timur. Namun karena Benget ringan tangan sering memukul akhirnya Roinih menggugat cerai.
Benget bersama dengan selingkuhannya Tini ditangkap polisi di warung soto Rabu malam. Kini, mereka berdua mendekam di penjara. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya. Sedang Darna harus mati sia-sia ditangan suami yang dulu sempat berjanji memberikan kebahagian hingga akhir hayat hidupnya.
(slm/ndr)











































