Pelaku Siapkan Dua Tim untuk Bunuh Bidan Dewi

Pelaku Siapkan Dua Tim untuk Bunuh Bidan Dewi

Khairul Ikhwan - detikNews
Rabu, 06 Mar 2013 20:45 WIB
Pelaku Siapkan Dua Tim untuk Bunuh Bidan Dewi
Pelaku pembunuhan (Khairul)
Jakarta - Rencana pembunuhan terhadap bidan Nurmala Dewi Tinambunan (31) terbilang direncanakan dengan matang dan waktu yang berbilang bulan. Ada dua tim yang disiapkan untuk bersinergi melakukan eksekusi terhadap korban.

Keterangan yang diperoleh, menyebutkan rencana pembunuhan sudah disusun sejak Oktober 2012. Setelah tersangka Idawati Pasaribu alias Nenek (70) memberikan order, untuk membunuh, tersangka Rini Dharmawati alis Cici (40) dan Julius alias Yus (40), warga Perumahan Cipta Puri No A 21, Batam, Kepulauan Riau, merekrut Brigadir Gusnita Bahtiar untuk mencari eksekutor.

Pertemuan Rini dengan Gusnita berlangsung di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Lantas Polwan yang bertugas di Polda Sumbar ini membentuk tim, dia merekrut satu orang anggota yang juga bertugas di Polda Sumbar, Brigadir Aulia Pratama Zulfadli (22). Senjata pun disiapkan oleh Gusnita untuk tim pertama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada waktu bersamaan, Gusnita kemudian mengontak temannya Iin Dayana (26) mantan Polwan yang dipecat dari Polresta Medan. Iin yang tinggal di Jalan Rumah Potong Hewan, Medan Labuhan, direkrut untuk membantu mensukseskan rencana pembunuhan terhadap korban. Inilah tim kedua.

Aulia yang sudah direkrut, lantas mencari calon eksekutor, dan didapatlah Rizky Darma Putra alias Gope (23) warga komplek Perumahan Polda Balai Baru, Kuranji, Kota Padang.

Tim baru bergerak setelah Iin Dayana mengetahui keberadaan calon korban, seorang bidan yang bekerja di Puskesmas Teladan, Medan. Laporan situasi berikut foto calon korban diberikan kepada Gusnita.

Pada 19 Desember, Gusnita datang ke Medan dan memantau lokasi kediaman korban. Berikutnya percobaan pembunuhan pertama dilakukan pada 22 Desember 2012.

Gope yang dibonceng Aulia, menusuk punggung Dewi dengan menggunakan jari-jari sepeda yang diruncingkan. Dewi terluka, namun selamat. Upaya penikaman kedua dilakukan pada 16 Januari 2013, tapi yang kena ibunya Dewi, Ariani Sihotang (54).

Gagal dengan dua kali upaya ini, dilakukan upaya ketiga. Nurmala Dewi Tinambunan (31) akhirnya tewas ditembak pada Kamis (7/2/2013) sekitar pukul 14.30 WIB di depan rumahnya di Jalan Pertahanan Gg. Indah, Dusun VI, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Gope yang melakukan penembakan kemudian menitipkan sepeda motor, helm warna hitam dan senjata api yang dipergunakannya, kepada Ashari alias Ari (23) Jalan Brigjen Katamso, Gg. Riwayat, Medan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Kompol M. Yoris Marzuki, menyatakan polisi akhirnya menemukan senjata yang dipergunakan untuk membunuh korban. Senjata itu sudah dicor di lantai rumah Ashari yang sehari-hari berjualan martabak.

"Tersangka ini, patut diduga mengetahui adanya pembunuhan, dan dikenakan pasal tentang kepemilikan senjata api," kata Yoris, Rabu (6/3/2013) di Polresta Medan.

Selain senjata api jenis FN, polisi juga menemukan berbagai barang bukti dari tersangka yang lain. Yakni sepucuk senjata genggam jenis softgun, dua unit mobil, salah satunya Honda Jazz warna putih BK 1075 KV, kemudian dua sepeda motor yakni Honda Beat tanpa nomor polisi milik tersangka Ashari, serta Yamaha Mio warna hijau BK 3793 AAB milik Boy Fikar (38) warga Jalan Putri Hijau Medan.

Sejumlah dokumen identitas milik para tersangka dan uang sebesar Rp 260 juta.

(rul/fdn)


Berita Terkait