Jokowi dan 5 Aksi 'Ayo Pejabat ke Lapangan'

Jokowi dan 5 Aksi 'Ayo Pejabat ke Lapangan'

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 06 Mar 2013 10:16 WIB
Jokowi dan 5 Aksi Ayo Pejabat ke Lapangan
Jakarta - Di zaman keterbukaan ini, sudah nggak zaman lagi pemimpin bertingkah eksklusif. Pemimpin harus melayani rakyat dengan hati. Itulah saran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) agar pemimpin disayang rakyat.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi tidak kenal lelah mengajak penguasa untuk hobi turun ke lapangan sehingga selalu dekat dengan rakyat. Rakyat ingin keluhannya didengarkan oleh sang pemimpin.

Pria asal Solo ini berpendapat blusukan merupakan suatu kebutuhan sang pejabat, bukan pencitraan. Ia bahkan bertekad terus blusukan selama 5 tahun menjabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan blusukan, Jokowi mendapat informasi permasalahan masyarakat langsung dan bisa segera meng-cross check dan mencari solusinya.

Berikut Jokowi dan 5 aksi 'ayo pejabat ke lapangan':



1. Ayo Polisi ke Lapangan

Jokowi berharap polisi sering-sering turun ke lapangan agar selalu dekat dengan masyarakat.

"Ya memang akan lebih baik kalau ada di lapangan. Yah selalu ada di masyarakat dekat dengan masyarakat," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi usai menjadi pembicara dalam diskusi kepemimpinan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2013).

"Mungkin untuk yang polisi lalu lintas, iyalah tiap hari di jalanan. Tetapi yang lain apakah sudah di lapangan atau belum saya nggak ngerti," kata Jokowi.

Saran Jokowi disambut baik Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno.

"Mungkin dia figur atau punya ilmu yang bisa diserap. Yang bagus kan bisa saja diambil," kata Sudjarno.

2. Ayo Calon Pemimpin Datangi Rakyat Tiap Hari

Jokowi didaulat menjadi orator utama dalam peringatan HUT ke-40 PDI PerjuanganΒ  di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di hadapan ribuan warga yang memenuhi Wisma Tiberias di Lubuk Pakam, Jokowi mengatakan pemimpin harus mendatangi rakyat setiap hari, mencari tahu apa masalahnya dan memberikan solusi atas persoalan yang tengah dihadapi mereka.

"Pemimpin itu nggak perlu pintar, nanti malah minterin rakyatnya, yang penting jujur dan bersih. Rakyat adalah nomor satu. Setiap hari datangi mereka. Keluhannya apa, kesulitannya apa. Carikan kebijakan agar mereka bisa keluar dari problem persoalan yang ada. Jangan sampai rakyat nggak makan, pemimpinnya diam saja. Tidak benar pemimpin seperti itu," ujar Jokowi, Minggu (3/3/2013).

Pemimpin, kata Jokowi, haruslah mengerti persoalan yang dialami rakyat. Jika tidak bisa ke rumah sakit, buat kebijakan sehingga mereka bisa ke rumah sakit. Jika tidak bisa sekolah, harus membuat kebijakan sehingga mereka bisa sekolah. APBD bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.

"Yang pentingnya APBD-nya, jangan... ?" tukas Jokowi.

"Dikorupsi...," sambung ribuan peserta pertemuan dengan kompak.

Sebab itu kepada pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut, Jokowi berpesan untuk selalu mengedepankan rakyat. Menjadikan solusi untuk mengatasi masalah rakyat sebagai bagian dari kebijakan yang diambilnya jika terpilih kelak.

3. Ayo Gubernur Pahami Keinginan Rakyat

Kata Jokowi, blusukan itu bukan pencitraan tapi kegiatan yang diinginkan masyarakat.

"Kalau dikatakan pencitraan, pencitraan yang mana. Itu maunya masyarakat. Itu yang harusnya dilakukan wali kota, gubernur, dan lain-lain untuk memahami keinginan masyarakat," ujar Jokowi saat memberikan motivasi di acara rapat kerja tahunan 2013 Transmedia, di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013).

Menurut dia, sampai sekarang ini ada kekeliruan yang dilakukan banyak pejabat. Jika banyak pejabat yang bergaul secara vertikal maka lama kelamaan akan ditinggalkan oleh rakyat.

"Rakyat nggak senang. Itu dah nggak zaman karena sekarang adalah era keterbukaan," sambung Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.

Apalagi sekarang ini kepala daerah dipilih secara langsung sehingga rakyat ingin lebih dekat dengan pemimpinnya. Mereka ingin keluhannya didengar dan diperhatikan.

"Kalau lihat saya ke kampung, jalan-jalan tiap hari ke gang, karena itu yang saya baca dari apa yang diinginkan masyarakat," tutur Jokowi.

"Pejabat diberi penghargaan kalau mau horizontal, mau tidak eksklusif," imbuhnya.

4. Ayo Anak Buah Kuasai Lapangan

Jokowi meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Jakarta turun langsung ke lapangan. Sebelum masalah di wilayah mereka tuntas, Jokowi tak akan berhenti bersuara.

"Pengennya semua punya visi yang sama, pola kerja yang sama, sehingga lapangannya terkuasai," ujar Jokowi usai memberikan sambutan di Kantor Walikota Jakarta Barat, Jl Kembangan Raya, Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).

Jokowi menginginkan agar para SKPD, termasuk camat, lurah dan perangkat daerah lainnya bisa menguasai semua permasalahan yang ada di daerahnya sehingga program Pemprov DKI untuk kesejahteraan rakyat bisa terlaksana dengan baik.

5. Ayo TNI Melayani Rakyat

Jokowi datang berkunjung ke Markas Besar TNI di Cilangkap. Ia akan mengisi ceramah soal kepemimpinan di hadapan anggota TNI dan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

"Kehadiran dalam rangka HUT ke-5 PPWI bekerja sama dengan Puspen TNI," tutur sekretaris panitia acara dari PPWI Chrisman Simanjuntak kepada wartawan di lokasi, Kamis (25/10/2012).

Dalam acara yang dihadiri Wakaspuspen Brigjen Suratmo dan ketua panitia acara Iwan Piliang itu, Jokowi terlihat memberikan wejangan-wejangan. Chrisman menjelaskan kalau Jokowi membeberkan tentang bagaimana cara menjadi pemimpin.

"Jokowi rencananya 10 November ini akan melaunching kartu sehat dan kartu pintar, selain itu dia juga memaparkan bagaimana pemimpin harus melayani rakyat," jelas Chrisman terkait materi ceramah Jokowi.
Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads