"Kepada semua elemen bangsa, kita mengimbau bahwa jika ada masalah hukum, selesaikan dengan kaidah-kaidah hukum yang adil dan berbudaya. Kepada mereka yang tersangkut di dalamnya, atau kepada mereka yang bekerja dalam profesi dan jabatan yang terkait dengan semua itu, marilah kita junjung tinggi proses hukum yang benar, tanpa mencampuradukkan dengan kebutuhan publisitas, kepentingan kekuasaan dan lain sebagainya," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie.
Hal itu dikatakan Ical saat memberi pidato dalam 'Peringatan 45 Tahun Fraksi Golkar Berkiprah untuk Indonesia' di gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/3/2013). Seluruh anggota Fraksi Golkar mulai dari DPR hingga DPRD seluruh Indonesia hadir dalam acara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical juga mengajak seluruh kader GOlkar untuk terus menjaga komitmen dalam mengangkat kesejahteraan rakyat. Komitmen ini terlebih lagi harus dipertebal saat ini. Sebab situasi tanah air di awal tahun 2013 menurutnya agaknya meruncing.
"Penuh hiruk pikuk dalam manuver politik, masalah hukum, serta pertentangan pendapat yang kurang produktif. Begitu banyak dan begitu mudah pihak yang satu menuduh pihak yang lain. Masalah hukum dicampuradukkan dengan politik dan kekuasaan," tuturnya.
Ical menegaskan kepada semua kader dan fungsionaris partainya untuk menjauhi semua hal tersebut. Sebab menurut dia, Partai Golkar berdiri di barisan terdepan untuk menunjukkan bahwa politik yang benar adalah politik kesejahteraan, yaitu sebuah upaya bersama untuk memajukan kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
"Partai Golkar tidak akan mengikuti irama sesaat yang hanya berisi keriuhan tanpa substansi," ucap Ical.
(rmd/rmd)











































