Saran Ical untuk Kader Golkar yang Tersangkut Kasus Hukum

Saran Ical untuk Kader Golkar yang Tersangkut Kasus Hukum

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Selasa, 05 Mar 2013 21:54 WIB
Saran Ical untuk Kader Golkar yang Tersangkut Kasus Hukum
Jakarta - Sejumlah politikus Partai Golkar khususnya yang duduk di parlemen banyak yang terjerat kasus hukum. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengimbau kadernya yang berurusan dengan hukum agar tetap menjunjung tinggi proses hukum yang dijalaninya.

"Kepada semua elemen bangsa, kita mengimbau bahwa jika ada masalah hukum, selesaikan dengan kaidah-kaidah hukum yang adil dan berbudaya. Kepada mereka yang tersangkut di dalamnya, atau kepada mereka yang bekerja dalam profesi dan jabatan yang terkait dengan semua itu, marilah kita junjung tinggi proses hukum yang benar, tanpa mencampuradukkan dengan kebutuhan publisitas, kepentingan kekuasaan dan lain sebagainya," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie.

Hal itu dikatakan Ical saat memberi pidato dalam 'Peringatan 45 Tahun Fraksi Golkar Berkiprah untuk Indonesia' di gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/3/2013). Seluruh anggota Fraksi Golkar mulai dari DPR hingga DPRD seluruh Indonesia hadir dalam acara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu acara yang dipandu oleh Tantowi Yahya dan Meutya Hafid ini juga dihadiri oleh para petinggi dan sesepuh Golkar. Di antaranya adalah Presiden ke-3 BJ Habibie, Wapres ke-10 Jusuf Kalla, dan Akbar Tandjung. Hadir pula Menko Kesra yang juga Waketum Golkar Agung Laksono, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman dan wakilnya Kanjeng Ratu Hemas, serta Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari.

Ical juga mengajak seluruh kader GOlkar untuk terus menjaga komitmen dalam mengangkat kesejahteraan rakyat. Komitmen ini terlebih lagi harus dipertebal saat ini. Sebab situasi tanah air di awal tahun 2013 menurutnya agaknya meruncing.

"Penuh hiruk pikuk dalam manuver politik, masalah hukum, serta pertentangan pendapat yang kurang produktif. Begitu banyak dan begitu mudah pihak yang satu menuduh pihak yang lain. Masalah hukum dicampuradukkan dengan politik dan kekuasaan," tuturnya.

Ical menegaskan kepada semua kader dan fungsionaris partainya untuk menjauhi semua hal tersebut. Sebab menurut dia, Partai Golkar berdiri di barisan terdepan untuk menunjukkan bahwa politik yang benar adalah politik kesejahteraan, yaitu sebuah upaya bersama untuk memajukan kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

"Partai Golkar tidak akan mengikuti irama sesaat yang hanya berisi keriuhan tanpa substansi," ucap Ical.

(rmd/rmd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads