Menurut PLH DPD PDIP Jateng, M Prakosa, lamanya rekomendasi turun karena harus melewati beberapa proses yang memang panjang yaitu penjaringan dari 22 calon dan menkerucut menjadi delapan hingga tujuh melalui fit and proper test.
"DPP penyaringannya ketat dengan proses panjang. Sampai dua minggu lalu tiga calon didapatkan, sampai kemarin malam keputusan ada dua nama," kata M Prakosa di kantor DPD PDIP Jateng, Jalan Brigjend Katamso, Semarang, Selasa (5/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin figur yang benar-benar konsisten dan tidak mencla-mencle, pemimpin daerah yang bisa digugu dan ditiru," kata Tjahjo.
Selain itu, menurutnya pasangan tersebut merupakan putra Jateng yang pantas memimpin Jateng. "Putra asli daerah Jateng, keduanya bukan yang terbaik namun dianggap baik untuk maju," tandasnya.
Rekomendasi dibacakan oleh Ketua DPP Bambang Wuryanto sekitar pukul 18.50 WIB. Menanggapi hal itu Ganjar mengatakan pihaknya akan menjalankan perintah partai dengan berpasangan dengan Heru yang merupakan Bupati Purbalingga.
"Saya sama Pak Heru mengikuti perintah. Saya diminta stand by dan sudah disuruh siap tidak dapat rekomendasi dan siap mendapatkan juga," pungkas Ganjar.
Dalam pengumuman rekomendasi tersebut tidak terlihat calon lain seperti incumbent Wagub Jateng, Rustriningsih dan incumbent sekda Jateng, Hadi Prabowo yang sempat diisukan memperoleh rekomendasi.
Usai pembacaan rekomendasi, iring-iringan motor gede, wayang, dan barongsai yang dominan warna merah mengawal pasangan Ganjar-Heru menuju kantor KPU Jateng di Jl Veteran.
(alg/rmd)










































