5 Bulan Darurat Sipil di NAD, 142 GAM Dilumpuhkan TNI
Selasa, 05 Okt 2004 00:08 WIB
Jakarta -
Selama 5 bulan diberlakukannya Darurat Sipil di Aceh, TNI melumpuhkan 142 anggota GAM dengan 480 pucuk senjata berbagai jenis. Hingga kini, masih ada lebih dari 2.000 anggota GAM yang tersebar di empat Kabupaten dengan 900 pucuk senjata.Hal tersebut disampaikan oleh Menkopolkam ad-interim Hari Sabarno kepada wartawan usai rapat kabinet terbatas yang membahas soal Aceh di Gedung Kantor Kepresidenan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, Senin (4/10/2004). Rapat ini sekaligus menandai pertama kalinya gedung ini dipakai.Rapat dipimpin oleh Presiden Megawati, dan dihadiri oleh Wapres Hamzah haz, tiga Menko, dan beberapa Menteri Kabinet Gotong-royong.Hari menambahkan, jika dikaitkan dengan darurat militer I dan II jumlah keseluruhan anggota GAM yang dilumpuhkan TNI adalah 6.915, menyerah maupun tewas, dengan senjata 1.568 pucuk.Lebih lanjut lagi Hari mengatakan, evaluasi terhadap situasi pemerintahan dan kemanan di Aceh hingga kini kondusif. "Dari 21 Kabupaten, seluruh DPRD nya sudah dilantik. Dari operasi pemantapan pemerintahan desa ada tujuh desa dari 5.947 desa belum berfungsi. Empat desa akan diprioritaskan, dan tiga desa ternyata sudah tidak ada penduduknya sama sekali, mungkin akan direlokasi atau ditampung di desa lainnya," jelas Hari.Hampir seluruh warga Aceh, menurut Hari, telah memiliki KTP Merah Putih. "Selain itu, penduduk di Aceh telah berhasil diberikan KTP merah putih, kurang lebih 96,7 persen dari seluruh penduduk," tukasnya."Untuk operasi penegakan hukum, telah berdiri 10.594 unit poskamling, dan ada kurang lebih 847 kasus GAM yang sudah diproses di pengadilan. Karena keterbatasan Lembaga Pemasyarakatan ada 74 napi dipindahkan ke Jawa Barat," demikian Hari.
(dit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































