Tak bisa disangkal, popularitas Jokowi sedang naik daun. Jokowi memuncaki survei kandidat capres potensial belakangan ini.
"Mengangkat Rhoma Irama itu strategi untuk mempopulerkan PKB, bukan tidak mungkin mereka juga menumpang popularitas Jokowi," kata pakar psikologi politik Hamdi Muluk kepada wartawan, Selasa (5/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 3 partai yakni PAN, PKB, dan PPP, yang terancam. PKB juga dibayang-bayangi perpecahan, suaranya bisa tidak tembus PT. Artinya PKB punya kepentingan menumpangi popularitas Jokowi untuk menaikkan elektabilitas partai," kata Hamdi.
Kondisi PKB makin sulit karena tidak memiliki tokoh yang cukup kuat. Pada akhirnya, PKB harus mengais elektabilitas dengan cara menumpang popularitas tokoh yang fenomenal seperti Jokowi.
"PKB ini kan tidak punya tokoh kuat yang bisa disosialisasikan sebagai produk PKB. Paling top kan Muhaimin, hubungan dengan nahdliyin kan pecah antara Muhaimin dengan Lily Wahid dan keluarga Gus Dur. Intinya pecahlah," lanjut Hamdi.
Hamdi mengakui Jokowi adalah salah satu tokoh potensial saat ini. Namun dia berharap Jokowi tak tergoda untuk maju ke Pilpres 2014.
"Memang Jokowi sekarang ini Indonesian darling. Kalau di Pilpres 2014 nanti masih setengah mateng, lain kalau 2019 nanti sudah matang. Urusan partai ini menggoda-goda, mereka punya agenda sendiri," tandasnya.
(van/nrl)











































