"Tentu doa, simpati, dan dukungan moral itu menambah suntikan energi," kata Anas saat diwawancarai Harian Detik, Senin (4/3/2013) dinihari.
Menghadapi kasus hukum dirinya bersikap tenang. Bagi Anas yang sudah menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan Harrier ini, tenang merupakan bagian dari stabilitas diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesekali dalam wawancara, Anas melirik berita di stasiun TV berita. Anas yang mengenakan kemeja putih dan peci ini mengaku tak alergi dengan berita. Dia kerap mengikuti pemberitaan, tapi yang dia suka sepakbola.
Anas mengaku menerima tamu ke rumahnya sejak pukul 06.00 WIB, dan hingga pukul 01.00 WIB dini hari dia pun masih menerima tamu.
"Saya juga lebih enteng menghadapi ujian dan tidak kehilangan rasa syukur. Saya percaya pasti ada skenario Tuhan. Skenario Tuhan tidak pernah berbicara jelek terhadap makhluk-Nya. Apalagi ini kan proses hukum. Dan agak panjang prosesnya. Konsekuensi harus dihadapi. Proses hukum harus tetap berjalan. Roda tak boleh berhenti," jelas Anas.
Wawancara dengan Anas Urbaningrum selengkapnya bisa disimak di Harian Detik edisi Selasa 5 Maret 2013.
(ndr/nrl)











































