Diisukan Jadi Menag, Gus Solah Serahkan pada SBY
Senin, 04 Okt 2004 17:51 WIB
Semarang - Belakangan ini, susunan kabinet menjadi isu utama. Dalam salah satu polling di sebuah media massa, nama mantan cawapres Salahudin Wahid atau Gus Solah masuk sebagai Menag."Terserah (SBY) saja. Kalau ada (tawaran) saya siap menjawabnya. Tunggu saja. Yang menentukan kan SBY, bukan media massa," kata Gus Solah kepada wartawan seusai Semiloka Refleksi Pemilu Berbasis Kaum Pinggiran yang diselenggarakan Ircos Semarang - CGI - UNDP di Hotel Grasia, Jl. Sultan Agung, Semarang, Senin (04/10/2004).Hingga saat ini, lanjut dia, dirinya belum menerima pernyataan secara langsung dari SBY atau timnya. Pada setiap pertemuan dengan pasangan Jusuf Kalla itu tidak ada pembicaraan soal kabinet. Paling-paling hanya ucapan selamat saja."Saya yakin SBY sudah mempersiapkan orang-orangnya. Dia punya waktu tiga minggu untuk melakukan screening. Ya saya berharap orang yang dipilihnya benar-benar profesional, punya integritas, dan bukan pencari uang saja," katanya panjang lebar.Pria yang juga Ketua PBNU ini menyatakan, isu utama yang harus diselesaikan SBY adalah penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan pembinaan aparatur negara. Tiga hal ini tercermin dari susunan kabinet mendatang."Paling tidak, keseriusan SBY dalam mengusung isu itu terlihat dari pemilihan Jaksa Agung, Kapolri, dan menteri-menteri lainnya. Mereka harus orang-orang yang tepat," imbuhnya.Ketika ditanya soal kemungkinan pengganjalan pemerintahan SBY oleh Koalisi Kebangsaan, Gus Solah menyatakan kurang yakin hal itu akan terjadi. Hingga saat ini, koalisi itu masih bekerja secara proporsional. Belum ada indikasi adanya gerakan-gerakan negatif."Apalagi mereka (koalisi kebangsaan) kan sudah agak mencair belakangan ini. Gerakan mereka akan bagus kalau berada dalam konteks pengawasan, dan kritik. Itu masih dalam jangakuan kapasitasnya sebagai legislatif," demikian Gus Solah.
(asy/)











































