Seorang Caleg Janji Setorkan Gaji ke KPU Palembang

Seorang Caleg Janji Setorkan Gaji ke KPU Palembang

- detikNews
Senin, 04 Okt 2004 17:07 WIB
Palembang - Seusai pelantikan anggota Dewan, KPU Palembang bukan kian tenang. Berbagai dugaan kasus money politics mulai terungkap. Dimulai dari pernyataan seorang caleg yang akan membagi gajinya ke KPU Palembang."Kami akan mengungkapkan fakta-faktanya. Semua fakta itu selain dipublishing juga dilaporkan ke polisi dan kejaksaan," kata Koordinator Tim Pencari Fakta Lintas Parpol, Febuar Rahman, seusai bertemu dengan anggota KPU Palembang, Kamboja Palembang, Senin (4/109/2004).Dalam pertemuan itu, Febuar Rahman menyampaikan sebuah surat pengakuan dari seorang caleg yang jika terpilih sebagai anggota DPRD Palembang dalam Pemilu Legislatif lalu bersedia membagi gajinya sebesar Rp 3 juta per bulan kepada KPU. Dalam pertemuan itu mereka mengajak anggota KPU Palembang untuk bersama-sama melapor ke polisi. Sebab surat itu berkaitan dengan nama baik KPU."Kami mengajak bapak dan ibu ke polisi, sebab surat ini telah mencemarkan nama baik KPU. Kita harus membuktikannya. Bisa saja surat ini fitnah yang kami buat," kata Febuar Rahman. Namun ajakan itu ditolak para anggota KPU Palembang. "Biarlah saja. Aku capek. Yang jelas aku malas dengan urusan seperti ini. Demi Allah, aku tidak tahu soal seperti ini," kata Eddi Saad, anggota KPU Palembang.Pernyataan senada juga diungkapkan anggota KPU Palembang lain. "Kecil nian uang sebesar itu. Kami pernah ditawari yang lebih besar, tetapi kami tolak. Bukan soal nurani, tapi kami tahu risiko hukumnya," kata Rosyidah, anggota KPU Palembang lainnya.Dengan penolakan itu, Febuar Rahman mengatakan, pihaknya tetap memrosesnya ke jalur hukum. Bahkan, mereka telah mengumpulkan data dan bukti soal penyogokan terhadap para anggota KPU Palembang. "Ya, dalam sepekan ini," janjinya.Menurut informasi, surat pernyataan itu dibuat secara sepihak oleh caleg dengan tulisan tangan di atas materai Rp 6.000.Pernyatan caleg DPRD Palembang yang dikabarkan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dicuri dari tas milik Ketua KPU Palembang Kemas Khoirul Mukhlis. "Si pengambil surat juga siap menjadi saksi," kata Febuar Rahman. (nrl/)


Berita Terkait