"Sembilan orang saat ini menjalani rawat inap di RS Aisiyah Singkil, Boyolali Kota. Sedangkan yang rawat jalan sebanyak 17 orang,β Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Yulianto Prabowo, Senin (4/3/2013).
Yulianto memaparkan berdasarkan penuturan para korban, dugaan sementara penyebab keracunan adalah sop yang disuguhkan dalam pesta hajatan mantu di rumah Sardi, warga Dukuh Recosari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, pada hari Minggu kemarin. Adapun seluruh makanan yang dihidangkan dalam pernikahan itu dipesan dari sebuah katering di Gentan, Sukoharjo.
Beberapa jam setelah menghadiri hajatan itu, sejumlah orang mulai merasakan gejala perut mual, muntah-muntah, pusing dan diare. Korban tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
Hingga Minggu sore yang merasakan gejala serupa semakin banyak. Upaya pertolongan pertama memimun air kelapa muda untuk penawar racun tidak banyak membantu kondisi korban sehingga kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.
Petugas Dinkes Boyolali segera melakukan pemeriksaan dengan mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil sampel sisa-sisa makanan yang menjadi campuran untuk sop. Sampel yang diambil petugas Dinkes antara lain, daging, wortel, kacang, kol dan daging bestik.
"Dugaan awal para korban keracunan makanan sop tersebut. Namun untuk kesimpulannya kami masih menunggu dari hasil penelitian di laboratorium dari sampel-sampel tersebut,β tandasnya.
Sepekan lalu, keracunan massal juga terjadi di Boyolali. Tak kurang dari 134 warga Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali, mengalami keracunan dari es buah yang disuguhkan dalam pesta hajatan seorang warga di desa tersebut.
(mbr/trw)











































