Perjuangkan Nasib Partainya, Bang Yos Diterima 4 Komisioner KPU

Perjuangkan Nasib Partainya, Bang Yos Diterima 4 Komisioner KPU

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 04 Mar 2013 15:20 WIB
Perjuangkan Nasib Partainya, Bang Yos Diterima 4 Komisioner KPU
Jakarta - Ketua Umum PKPI Sutiyoso (Bang Yos) akhirnya datang ke kantor KPU menyambangi ratusan simpatisan yang berdemo sejak siang tadi. Bang Yos yang menuntut KPU meloloskan partainya ke Pemilu 2014 diterima 4 komisioner KPU.

"Perlu diketahui, partai ini sudah 14 tahun umurnya, terakhir ini di mana ada ketentuan, semua sudah kami lakukan," kata Bang Yos di hadapan empat komisioner KPU yang menemuinya di media center KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Senin (4/3/2013).

Empat komisioner KPU yang menemuinya adalah Ferry Kurnia, Ida Budhiati, Hadar Nafis Gumay, dan Arief Budiman. Kepada empat komisioner tersebut Bang Yos memaparkan semua syarat verifikasi partai telah diikuti dan dilengkapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat dilakukan verifikasi faktual kami sebenarnya sudah siap," kata Bang Yos yang mengenakan jas PKPI warna merah ini.

Bang Yos kemudian memaparkan bagaimana proses yang sudah ditempuh sangat melelahkan dan menghabiskan biaya. Bang Yos dan simpatisan PKPI sempat lega setelah Bawaslu meloloskan ke Pemilu 2014.

"Pemahaman kita sudah final," ungkap gubernur Jakarta dua periode ini.

Namun ternyata KPU tidak melaksanakan keputusan Bawaslu dan tak meloloskan PKPI ke Pemilu 2014. "Mohon Bapak Ibu mengerti bahwa diambangkan seperti ini kami kerugian luar biasa. Kerugian materiil pasti, kerugian moril juga," keluhnya.

Komisioner KPU Ida Budhiati pun merespons keluhan Bang Yos. Dia menjamin KPU tidak diintervesi pihak mana pun dalam mengambil keputusan.

"Proses dan hasil verifikasi sepenuhnya patuh pada Undang-undang. Kami tegaskan bahwa kami tidak tunduk pada tekanan mana pun," tegas Ida.

Hadar Nafis Gumay menyambung. Penyederhanaan parpol, tegas Hadar, bukan dengan mendesain hanya 10 parpol di Pemilu 2014.

"Bahwa kami jalankan lagi-lagi tak ada tekanan. Kepentingan bangsa untuk menyederhanakan sistem politik kita. Tidak ada rencana bahwa 10 ini, bukan itu," ujarnya.

Bang Yos pun menyoal fatwa MA yang isinya bila KPU tidak tunduk kepada keputusan Bawaslu maka diselesaikan ke pengadilan. "Supaya ada kepastian sehingga ada pegangan. Tolong berikan gambaran kepada kami finalnya kapan sehingga dapat keputusan resmi," sela Bang Yos.

"Kami baru terima (salinan fatwa) Jumat kemarin. Kami belum lakukan. Mungkin 1 atau 2 minggu lagi," kata Ida.

"Loh loh ngomong apa kamu?" sambar simpatisan PKPI mulai emosi.

"Kami sudah ketinggalan banyak. Mestinya respons itu harus seketika. Mestinya kerja 24 jam, Pak. Mestinya bisa segera direspons," protesnya.

Para simpatisan kemudian mengumpat-umpat di depan komisioner KPU. Sebelum meninggalkan gedung KPU, Bang Yos meminta maaf.

"Saya minta maaf mungkin suasana tidak berkenan namun nggak usah khawatir, bisa dikendalikan. Ini luapan," katanya.

"Jangan pulang dari KPU! Duduki KPU!" teriak simpatisan Bang Yos.

Namun Bang Yos akhirnya meninggalkan kantor KPU bersama pendukungnya. Puluhan pendukung masih bertahan di kantor KPU.

(van/nrl)


Berita Terkait