Peluncuran buku ini digelar di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013). Tokoh-tokoh nasional yang hadir antara lain Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MA Hatta Ali, Sinta Nuriyah, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, budayawan muslim Emha Ainun Najib, Guru Besar UI Hikmahanto Juwana, dan mantan ketua MK Laica Marzuki.
Di awal acara peluncuran tersebut, ditampilkan sekilas video tentang sepak terjangnya selaku ketua MK. Beberapa tokoh berkelakar soal Mahfud dan isu pencapresannya di Pemilu 2014. Ada penggalan cuplikan yang memperlihatkan Mahfud MD senang bernyanyi. Inilah awal dari candaan soal isu pencapresan Mahfud MD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk PKB dan PPP, ada yang bisa nyanyi kenapa harus Rhoma Irama?" tambahnya yang kembali mengundang gelak tawa para hadiri.
Selain itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung turut berkalakar soal Mahfud MD. Pramono mengawali ceritanya saat pemberian 'batu bertuah' kepada Mahfiud MD oleh seorang berkebangsaan India.
"Saya memulai dari hal awal November pada tahun 1999, ketika seorang India datang ke kantor Bapak. India itu mengatakan dalam waktu dekat dipanggil ke Jakarta dan orang India ini benar dan dia ditawari staf ahli menteri," terangnya.
Sayangnya, Mahfud yang dari awal tidak percaya hal itu, langsung membuang batu itu ke tong sampah.
"Yang saya ingin katakan, bahwa karena batu itu berhubungan dengan pencalonan calon presiden Indonesia," ucapnya yang disambut tawa hadirin.
Pramono menilai, sosok Mahfud sebagai yang mau berkawan dengan siapa saja. Bahkan mau mengukur dirinya sendiri. "Karena batu tadi sampai hari ini belum diketemukan. Mudah-mudahan Pak Mahfud cari batu itu," ujarnya.
Budayawan Emha Ainun Najib bahkan mengaku merekomendasikan Mahfid MD sebagai capres 2014. Mahfud diminta tidak hanya menjadi ahli konstitusi tetapi menjadi ahli keadilan.
"Kalau mau jadi presiden, tidak usah cari batu dari tong sampah," tutur Emha.
(tfq/rmd)










































