10 Jeritan 'Jokowi, Please Help Me!'

10 Jeritan 'Jokowi, Please Help Me!'

- detikNews
Senin, 04 Mar 2013 14:01 WIB
10 Jeritan Jokowi, Please Help Me!
Jakarta -

1. Transportasi Tak Ramah Lansia

Seorang nenek curhat kepada Jokowi soal transportasi Jakarta yang tak ramah untuk lansia.

"Pak Jokowi, tangga untuk masuk ke mobil busway terlalu tinggi untuk saya yang berumur 73, mohon ini harus diselaraskan," kata si nenek yang bernama Nurhayati ini, di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2012).

Jokowi menanggapi keluh kesah Nurhayati dengan sabar. "Ya, tangga busway nanti akan diperbaiki lagi, dinaikkan lagi untuk orang yang sudah tua," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengah panjang seperti biasa.

Dalam dengar pendapat itu, si nenek juga sempat mengusulkan kepada Jokowi mengenai jumlah bus yang terlalu sedikit. Busway dirasa terlalu sesak bagi penumpang sehari-harinya. Jokowi-pun menanggapi dengan serius keluh kesah tersebut.

"Memang kondisi Busway sudah tidak baik, tempat duduknya reot, desak-desakan. Belum lagi nunggunya lama, desak-desakan. Jadi kita perlu tambah armada," tanggap Jokowi seraya dielu-elukan masyarakat.

2. Penyempitan Kali Undang Banjir

Seorang ibu langsung curhat ke Jokowi karena lebar kali menyempit dan saat hujan kali akan meluap dan menyebabkan banjir.

"Ini Pak, masalahnya. Kali ini seharusnya lebar 8 meter. Cuma sekarang dipersempit, diambil Marinir. Cuma jadinya kecil kalinya," curhat ibu tersebut pada Jokowi di Kali Krukut, Jl Tridarma Raya RW 3, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013).

"Jadi tolong kalau kali meluap air merendam rumah-rumah warga. Tolong secepatnya diselesaikan. Tadinya di sini juga ada jembatan. Sekarang sudah diambil sama Marinir, kasihan anak-anak saya mau ke sekolah harus muter," imbuh ibu tersebut.

Jokowi merespons permintaan ibu tersebut. Dia meminta Camat Pondok Labu setempat untuk segera menindaklanjuti hal itu.

"Oh iya ya. Nanti dikomunikasikan dengan Marinir. Pak Camat nanti komunikasikan dengan Marinir ini biar jelas seperti apa," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.

Saat ini lebar kali hanya 3 meter. Saat hujan, kali meluap dan menyebabkan banjir di rumah warga.

Setelah dicurhati ibu tersebut, Jokowi lalu meninjau rumah yang berada tepat di pinggir kali. Rumah itu ditempati seorang nenek.

"Tolong, Pak. Ini rumah mertua saya," ujar seorang ibu lainnya.

Jokowi pun mengangguk-angguk dan meminta Camat Pondok Labu menindaklanjuti.

Kemudian Jokowi meninjau pompa air milik Pemprov DKI. Pompa tersebut diarahkan ke Waduk Krukut.

Kehadiran Jokowi seperti biasa menyedot perhatian anak-anak. Anak-anak mengikuti Jokowi dari belakang dan meneriakkan nama mantan Wali Kota Solo ini. "Jokowi! Jokowi!"

3. Polemik Rusun di Kampung Pitung

Penghuni rusun Marunda di kampung si Pitung menumpahkan unek-uneknya kepada Jokowi.

Ratusan penghuni Blok 2 dan 3 Rusun Marunda berkumpul di lantai dasar Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013). Satu per satu warga berkeluh kesah. Jokowi tampak serius menyimak laporan dari warganya.

"Ini ada indikasi dijual Pak, minta tolonglah, Pak," kata seorang warga.

Keluhan yang serupa seputar pengelolan rusun juga disampaikan warga lainnya. "Ada sebagian warga Muara Baru yang belum dapat kunci. Sedangkan rumahnya di Muara Baru sudah terendam," curhat seorang pria.

Menanggapi keluhan warganya, Jokowi berjanji menindaklanjutinya. "Ya nanti dicatat semuanya," kata Jokowi.

Jokowi yang didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta, Novizal, selanjutnya memberikan bantuan beras dan tas sekolah. Cuaca di kawasan itu tampak mendung.

Menurut Jokowi, antusiasme warga sangat besar tinggal di Rusun Marunda. Perbaikan di sejumlah blok terus dikebut agar bisa segera ditempati.

"5 Blok sudah diperbaiki tinggal sisanya dipercepat. Ada air belum beres, listrik nanti akan dikebut terus," kata Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih ini.

4. Sewa Kios Selangit

Pedagang Pasar Senen mengeluhkan harga sewa kios yang mahal kepada Jokowi.

"Ada masalah apa?" tanya Jokowi yang mengenakan seragam dinas warna cokelat ini di Blok 6, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012)..

Si petugas Pasar Senen lalu menjawab masalah yang dialami mayoritas pedagang, yakni seputar harga sewa kios yang tinggi.

"Masalahnya paling harga sewa kios, Pak. Harganya Rp 115 juta per meter persegi per tahun," kata petugas itu.

Jokowi menampung keluhan para pedagang. Ia meminta kepentingan para pedagang sebaiknya diprioritaskan. "Pokoknya pedagang itu nomor satu, nggak boleh nomor dua atau nomor tiga," ujar Jokowi yang terlihat berkeringat itu.

Jokowi lalu berencana memanggil pihak PD Pasar Jaya guna mencari solusi terbaik. "Besok saya panggil pihak Pasar Jaya. Kerja itu yang cepat. Kalau bisa digratiskan," kata Jokowi.

5. Sri Ingin Mudik

Sri Sunarwati yang berusia sekitar 60 tahunan ini menghampiri Jokowi ketika hedak naik ke Innova hitam yang biasa digunakanya. Sri mengenakan baju abu-abu dan bergincu merah.

Sri kemudian mendekati Jokowi dan berbincang-bincang dengan pria kalem itu. Mereka berbicara menggunakan bahasa Jawa. Sekitar lima menit mereka berbincang-bincang. Kemudian Jokowi meminta seorang ajudannya memberikan amplop. Amplop tersebut kemudian diserahkan Jokowi ke Sri. Jokowi lalu masuk ke dalam mobil bernomor polisi B 1123 RFR dan meninggalkan Balai Kota.

Kepada wartawan, Sri mengaku dia diberi Jokowi uang Rp 500 ribu untuk pulang ke Surabaya. Saat ini dia kesulitan mengontrak karena anaknya juga baru saja melahirkan.

"Ini dikasih Rp 500 ribu untuk pulang ke Surabaya, karena kalau untuk hidup di sini tidak mungkin cukup," katanya.

Sri juga pernah memberikan surat ke Jokowi pada 16 Oktober lalu. Surat itu disampaikan kepada salah seorang penjaga di Balai Kota. Dalam surat itu Sri mengeluhkan mengenai penggusuran rumahnya di kawan Pasar Gembrong, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

"Kejadiannya sudah setahun lalu dan sekarang tinggal saya tinggal di Cipiang Melayu," katanya.

6. PKL Fatahillah Minta Tetap Dagang

Jokowi menemui beberapa komandan PKL Museum Fatahillah. Sambil membawa selembar kertas bergambar denah penempatan PKL dan 1 pulpen, Jokowi menyimak penjelasan komandan PKL tersebut sambil menulis-nulis.

"Kalau nggak lihat lapangan saya nggak tahu. Hasilnya besok pagi. Tadi sudah saya lihat. Itu tadi sudah saya pesan ke komandan-komandan wilayah," kata Jokowi di area Museum Fatahillah, Kota, Jakarta Barat, Kamis (20/12/2012).

Jokowi menepis anggapan jika kunjungannya untuk mengecek PKL.

"Bukan ngecek, ini teman-teman PKL kemarin dibersihkan. Mereka menemui saya agar tetap ingin dagang kembali. Setelah saya cek ke lapangan kelihatanlah. Besok saya ngomong dengan komandan-komandan di sini. Ada 1.000 lebih dikitlah PKL-nya," ucap ayah 3 anak ini.

Jokowi menemui komandan PKL di sekitar area Museum Fatahillah sekitar 15 menit. Lingkungan museum tersebut kini sudah steril dari PKL.

7. Warga Panas Protes Penggusuran

Joko Widodo mengunjungi warga Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam kunjungan singkat itu, Jokowi meminta agar warga untuk tetap 'dingin' terkait rencana penggusuran pemukiman mereka yang akan diganti dengan rusun.

"Ini biar Bapak-bapak sama Ibu-ibu nggak usah 'panas'. Dikit-dikit 'panas'. Nanti jalan keluar akan saya jalankan dengan Pak Wali Kota. Soalnya banyak, seperti (warga) Tanah Merah, minta KTP. Sekarang tambah lagi di sini," ujar Jokowi di dekat masjid Nurul Hidayah, Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2012).

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB. Begitu tiba, ratusan warga Kampung Sawah langsung mengerubungi mantan Wali Kota Solo tersebut.

Jokowi mengatakan pihaknya juga akan membentuk RT dan RW di lokasi yang disengketakan di Kampung Sawah tersebut. Selain membentuk RT dan RW, Jokowi juga menjanjikan pemberian KTP dan Kartu Jakarta Sehat kepada warga Kampung Sawah. Namun demikian, Jokowi mengingatkan jika masalah warga di Kampung Sawah adalah masalah hukum.

"Yang mau saya sampaikan kepada masyarakat, semuanya yang di sini nanti akan dibentuk RT dan RW. Bapak ibu akan diberi KTP, juga Kartu Jakarta Sehat. Tapi sekali lagi, masalahnya itu banyak sekali. Kedua, masalah sengketa. Ini masalah hukum. Kalau nanti yang memutuskan tidak sama, bukan cuma Bapak-bapak Ibu-ibu yang teriak, saya juga teriak," tuturnya.

Mendengar penjelasan dari orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut, warga lalu bersorak 'hore'.

"Oleh karena itu, surat-surat lebih dulu, yang penting esensinya dulu diproses. Masalah RT, RW, dan KTP bisa di saya, nanti saya lakukan. Tetapi ini karena masalah hukum," ucapnya.

Setelah sekitar 10 menit di sana, Jokowi langsung berpamitan kepada warga untuk meninggalkan lokasi. Namun lagi-lagi ratusan warga saling dorong untuk berebut foto dan bersalaman dengan Jokowi saat gubernur yang gemar blusukan itu hendak berjalan menuju mobilnya.

8. Pungli Sekolah

Maulana memanggil-manggil nama Jokowi yang akan memasuki mobil usai sidak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Jokowi pun menoleh dan mendengarkan curhat Maulana yang anaknya masuk SMA dengan biaya fantastis.

"Pak Jokowi, Pak Jokowi! Anak saya masuk SMA 13, biayanya Rp 40 juta," teriak Maulana di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012).

Lantas Jokowi menyuruh ajudan yang merangkap asisten untuk mencatat keluhan Maulana. Sementara Jokowi masuk ke mobil yang diakuinya sebagai mobil sewaan.

Setelah selesai, Maulana mengucapkan terima kasih. Mobil Jokowi pun melaju. Dua motor vooridjer Dishub DKI mengikuti dari belakang.

Jokowi mengatakan, semua laporan tentang daftar sekolah yang melakukan pungli sudah diterimanya. Dia juga akan melihat peraturan gubernur sebelumnya yang mengatur tentang anggaran di sekolah-sekolah.

"Saya mau lihat Pergub-nya dulu. Tapi laporannya sudah saya terima, tinggal masuk ke sekolahnya. Kapan, tunggu tanggal mainnya," kata sarjana kehutanan UGM ini.

Jokowi juga akan memastikanΒ  sekolah yang terbukti melakukan pungli akan mendapat sanksi. Guru SMA 13 Retno Listyarti menegaskan tidak ada pungutan sampai jumlah itu. Bila ada, kemungkinan itu untuk kelas internasional.

9. Gaji Guru Minim

Forum Komunikasi Guru Swasta (FKGS) se-DKI Jakarta meminta gaji dan kesejahteran yang sama dengan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah Pemprov DKI Jakarta. Jokowi menjanjikan kartu sehat bagi guru-guru itu.

Hal itu disampaikan FKGS saat mengundang Jokowi dalam acara 'Tasyakuran Guru Swasta dan Tokoh Masyarakat dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI: Pemimpin Baru Jakarta Mewujudkan Kebijakan Pro Rakyat' di Gedung Balai Latihan Kerja Transito, Jalan H Naman 1, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2012).

"Paling tidak disamakan kedudukan guru antara swasta dengan negeri. Jangan tebang pilihlah. Kan tujuan program Pak Jokowi Jakarta Cerdas, kita dukunglah dari guru-guru," kata Sekjen FKGS Nurfala ketika ditanya maksud dan tujuan acara ini.

Nurfala menjelaskan, meminta disamakan kedudukannya berarti meminta persamaan hak. Utamanya dalam soal kesejahteraan dan gaji.

"Gaji guru swasta masih di bawah UMR berkisar Rp 700 ribuan, mungkin yayasan nggak sanggup bayar jadi minta diperhatikan dan ditindaklanjuti pemerintah. Kalau guru negeri dapat TKD, tunjangan khusus daerah, guru swasta nggak dapet. Itu kan dari pemerintah," kata Nurfala.

Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB, sedangkan Jokowi datang pada pukul 12.20 WIB. Sebelumnya Jokowi menghadiri acara sepeda santai memperingati 'Hari Tata Ruang' di Bundaran Hotel Indonesia, kemudian kembali ke rumah dinasnya di kawasan Menteng.

Jokowi tak lama hadir di acara FKGS ini. "Saya hanya ingin bicara satu. Karena jumlah guru swasta jumlahnya banyak sekali. Saya belum bisa berhitung apa-apa. Saya hanya bisa menyampaikan nanti awal tahun (2013-red), Kartu Jakarta Sehat bisa dipakai di semua RS yang ada di Jakarta. Semoga kita sehat semua, tapi kalau ada yang sakit kan sudah ada kartu," kata Jokowi yang mengenakan batik cokelat.

"Nanti data Bapak, Ibu saya minta biar bisa dimasukkan datanya, hampir saja tertinggal, hehe," kata Jokowi yang kemudian meminta maaf karena datang terlambat.

10. UMP Buruh Naik

Seribuan buruh lantas berdemo di Bundaran HI, Istana Presiden dan Kantor Jokowi di Balai Kota. Buruh meminta Jokowi mengawasi masalah UMP hingga ke kawasan industri.

Jokowi berjanji mengecek langsung perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP. Dia juga akan memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Dedet Sukandar untuk membicarakan masalah ini.

"Iya memanggil secepatnya. Sesegera mungkin. Kan disitu ada mekanismenya, penangguhan itu boleh karena ini dan ini. Itu kan ada aturannya semua," ujar Jokowi usai menemui wakil buruh di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Jokowi mengatakan akan ada sanksi bagi perusahaan nakal yang tidak menerapkan UMP yang baru sebesar Rp 2,2 juta.

"Sanksi mesti ada ya, tapi mesti ada tahap-tahapannya yang tidak mempunyai kemampuan itu diperbolehkan kan melakukan penangguhan tapi sampai saat ini di meja saya belum ada," ujar Jokowi.
Halaman 2 dari 11
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads