"Pak Anas tidak melawan pak SBY. Saya sudah berkali-kali katakan masa bisa melawan presiden. Pak Anas itu siapa kok melawan majelis tinggi? Pak Anas setelah tidak jadi ketum kok ditakutkan, kok dibesar-besarkan?" kata Ketua Fraksi PD Nurhayati Ali Assegaf di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2013).
Menurutnya, tidak saja perlawan terhadap SBY yang dilakukan oleh kalangan internal Partai Demokrat, tetapi siapapun yang mengkritisi pemerintah selayaknya bisa menghargai upaya-upaya yang sudah dilakukan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan penaikan ekonomi kita, kedua setelah tiongkok, India saja tidak mencapai itu, ini tolak ukur yang jelas, jangan kita mencari-cari persoalan," lanjut Nurhayati.
Sementara soal pertemuan SBY selaku ketua majelis tinggi dengan DPD se-Indonesia, menurutnya hal itu hanya konsolidasi untuk penyelamatan partai.
"Itu rapat rutin setelah langkah penyelamatan, ini masih dalam rangka penyelamatan Partai Demokrat. Doakan saja kita bisa segera (bangkit)," ucapnya.
(/)











































