Bebaskan 2 Sandera, Deplu Minta Bantuan Ulama Timur Tengah

Bebaskan 2 Sandera, Deplu Minta Bantuan Ulama Timur Tengah

- detikNews
Senin, 04 Okt 2004 15:19 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) masih terus berusaha membebaskan dua perempuan WNI yang disandera di Irak. Berbagai cara dilakukan, termasuk meminta bantuan ulama-ulama Timur Tengah. Demikian informasi yang disampaikan Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2004). Menurut menlu, Deplu telah dan sedang berupaya membebaskan dua sandera itu dengan berbagai cara. "Untuk pembebasan, berbagai cara telah dilakukan, baik oleh Presiden Megawati, Gus Dur, maupun Hidayat Nurwahid (Ketua Umum PKS). Bahkan, MUI juga sudah menyampaikan (agar dua sandera itu dibebaskan)," kata Menlu.Selain itu, kata Menlu, pihaknya juga sudah meminta bantuan ulama-ulama Timur Tengah. "Kita juga meminta kepada ulama-ulama di Timur Tengah untuk membuat seruan yang sama. Pendekatan-pendekatan di Yordania dan Libanon juga sudah kita lakukan," tegasnya. Dua perempuan yang disandera di Irak itu diyakini bernama Istiqomah binti Misnad dan Novitasari binti Sugito. Istiqomah beralamat di Jl. Kinibalu, RT 003, RW 01, Tanjung Kelo, Banyuwangi. Istiqomah dikirim oleh PT Sabrina ke Yordania tanggal 17 september 2003. Sedangkan Novitasari berlamatkan di dusun Lokasari RT 23, RW 08, Desa Haryokuncaran, Kecamatan Sumbermanding Wetan, Malang Selatan, Jawa Timur. Novita dikirim PT Assami Ananda Mandiri. Informasi yang beredar, Istiqomah dan Novita disandera bersama 8 orang lainnya oleh kelompok yang menamakan dirinya Tentara Islam. Mereka mengaku akan membebaskan dua sandera itu, apabila pemerintah Indonesia mau membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Namun, atas tuntutan Tentara Islam ini, Abu Bakar Ba'asyir sudah menegaskan, tidak akan mau dibebaskan dengan tuntutan-tuntutan seperti yang dilakukan Tentara Islam itu. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang dipimpin Ba'asyir, menuding tuntutan itu direkayasa kelompok tertentu untuk menjebak Ba'asyir. MMI dan Ba'asyir tidak terkait dengan Tentara Islam itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads