Menlu: Pengiriman TKI dan Pemberian Paspor Semrawut

Menlu: Pengiriman TKI dan Pemberian Paspor Semrawut

- detikNews
Senin, 04 Okt 2004 15:09 WIB
Jakarta - Terlalu sulitnya mengidentifikasi dua sandera di Irak memunculkan kesimpulan bahwa pengiriman TKI dan pemberian paspor di negeri benar-benar semrawut. Sebaiknya pengiriman TKI ke luar negeri dihentikan sementara, sampai masalah administrasi itu beres. Hal ini disampaikan Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2004). Menlu mengaku, Deplu kesulitan dalam mengungkap identitas dua sandera itu sejak awal. "Dari fakta dan identitas, ini memang ada kesulitan sejak awal untuk melakukan identifikasi. Karena, informasi yang berdasarkan paspor dan PJTKI, tidak jelas," ungkapnya. Menlu memberikan contoh adanya PJTKI yang tidak konsisten dalam mengklaim negara tujuan TKI yang dikirimkannya. "PJTKI yang mengirim mengklaim ke Yordania, kenyataan bekerja di Kuwait. Ini bertentangan dengan seruan-seruan pemerintah selama ini, bahwa tidak boleh mengirim TKI kita ke sana," kata Menlu. "Ini persoalan serius di dalam negeri, bahwa pengiriman TKI dan paspor semrawut. Dari segi perlindungan warga negara, ada keperluan dari Deplu untuk menyetop sementara pengiriman TKI sampai administrasi dibenahi. Ini kebutuhan kita," imbuhnya. Namun, kata menlu, pemberhentian sementara ini tidaklah mudah. Menlu yang tampak geram ini juga membeberkan informasi mengenai kacaunya pemberian paspor di tanah air. "Saya mendengar langsung dari perwakilan kita, seperti di Hong Kong, bahwa WNI yang dideportasi di sana karena bermasalah ternyata kembali lagi dengan nama dan pasor beda, tapi fotonya sama. Dengan kata lain, ini memalukan martabat kita di luar negeri," ungkapnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads