SBY, Pak Anas, dan Elektabilitas Partai Demokrat

SBY, Pak Anas, dan Elektabilitas Partai Demokrat

- detikNews
Minggu, 03 Mar 2013 09:34 WIB
SBY, Pak Anas, dan Elektabilitas Partai Demokrat
Jakarta - Akhirnya SBY kembali bicara soal kasus hukum yang membelit Anas Urbaningrum. Yang menarik, kali ini SBY menyebut Anas dengan ucapan 'Pak Anas', biasanya dahulu 'Saudara Anas'. SBY pun dalam pernyataannya, walau tegas menghormati proses hukum, tetapi tetap berharap mantan Ketum PD itu lolos dari dakwaan.

"Ini pernyataan saya setelah saya 9 hari tidak menyatakan apapun. Barangkali baik jika dalam kesempatan ini saya menyampaikan pernyataan saya yang saya tujukan pada rakyat Indonesia. Dalam pandangan saya, urusan hukum adalah urusan hukum saya berharap Pak Anas fokus dan bersiap diri untuk menghadapi proses hukum di KPK. Pak Anas bisa melakukan segala sesuatu yang bisa dilakukan tim pengacara," jelas SBY dalam pidatonya di Lanud Halim, Jakarta, Minggu (3/3/2013).

SBY menyampaikan pidato itu menjelang keberangkatan ke Jerman. Hadir menemani SBY, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Menkum Amir Syamsuddin, Mendag Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wamenhan Sjafrie Syamsuddin, Gubernur Sulselbar Syahrul Yasin Limpo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menengok ke belakang, setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemberian hadiah dalam proyek Hambalang, Anas berhenti menjadi Ketum PD. Kemudian, Anas dalam pidatonya menyinggung soal dirinya yang merasa tak dikehendaki di PD.

Terakhir dalam wawancara dengan sejumlah media, Anas mengungkit tentang rapat di Cikeas. Anas melempar bola soal ke Amir Syamsuddin soal Edhie Baskoro Yudhoyono. Apa yang disampaikan Anas itu kemudian menggelinding. Amir dengan tegas membantah soal isi rapat yang diucapkan Anas itu. Demikian juga Ibas menegaskan dirinya tak terkait kasus Hambalang.

Kembali ke pidato SBY, Ketua Dewan Pembina PD itu menjelaskan bahwa urusan hukum adalah urusan hukum. Jangan dicampur aduk dengan politik.

"Tentu KPK tidak akan mengatakan Pak Anas bersalah jika di pengadilan dinyatakan tidak bersalah," tambahnya.

SBY menyoroti perkembangan kasus hukum Anas. Kasus hukum ini bahkan menyebabkan elektabilitas PD terus merosot. SBY mengakui, kasus korupsi sejumlah kadernya mengganggu citra partainya.

"Kalau Pak Anas dinyatakan tidak bersalah tentu kami senang karena masalah korupsi yang menimpa sejumlah elite Parta Demokrat menjatuhkan citra Partai Demokrat. Mudah-mudahan Pak Anas dapat terbebas dari dakwaan dan dinyatakan tidak bersalah. Mari kita tegakkan proses hukum ini, segala sesuatunya berjalan dengan hukum yang berlaku," urainya.

(rmd/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads