Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Suradi (31) ayah korban sepulang dari bekerja di Bagian Tata Usaha SMA Negeri 2 Ngawi sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (2/3/2013). Suradi mencari anak keduanya yang biasanya selalu menyambut kedatangannya usai pulang kerja.
"Sepulang kerja dari sekolahan saya mencari Dini, karena biasanya selalu menyambut dengan manja. Istri saya yang sedang memasak memberitahu kalau Dini bermain air di kamar mandi. Saya kemudian menyuruh Dimas untuk memanggilnya. Saat Dimas sampai di kamar mandi, namun hanya diam dan menunjuk ke dalam. Karena penasaran saya ke sana dan mendapati Dini terjebur ember dengan posisi kaki diatas sedangkan kepalanya tercelup dalam air.β ucap Suradi sedih epada detikcom, Sabtu (02/03/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSaat sampai UGD kondisinya sudah lemah. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan pertolongan dengan mengeluarkan air. Tapi sayang, korban tak bisa diselamatkan. Penyebab meninggalnya karena terlalu lama saluran pernafasannya terisi air, sehingga mengganggu fungsinya.β kata Tim Medis UGD RSUD Suroto, Dr. Indah Pitarti memberikan penjelasan.
Jenazah balita malang tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk segera langsung dimakamkan pada malam ini.
(rvk/rvk)











































