Pendataan KJP Siswa SD di Jakarta Selatan Masih Berlangsung

- detikNews
Sabtu, 02 Mar 2013 03:35 WIB
Jakarta - Pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP) siswa Sekolah Dasar (SD) di Jakarta Selatan masih berlangsung. Saat ini ada 13.585 pelajar yang sekolahnya menerima KJP. Data yang digunakan berasal dari Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS).

"Proses data dari kecamatan langsung ke dinas pendidikan dan data ini akan terus bergerak," ujar Kasi Sekolah Dasar Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Momon Sulaiman, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (2/3/2013).

Momon menuturkan sebanyak 524 SD negeri dan 128 SD swasta yang ada di Jakarta Selatan akan dibagikan. Rencananya siswa akan mendapatkan uang tunai sebanyak Rp 180 ribu per bulan.

"Uangnya untuk keperluan pribadi seperti sepatu, buku tulis, baju sekolah, pokoknya kepentingan pribadi untuk sekolah," ungkap Momon.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah SMK Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, Waluyo Hadi, belum bisa membeberkan berapa jumlah siswa SMA/SMK Jakarta Selatan yang akan mendapatkan KJP.

"Sampai hari ini masih dilakukan penyisiran oleh anggota kami dan prosesnya belum selesai. Jadi kami belum bisa menyampaikan data resmi," terang Waluyo saat dikonfirmasi detikcom.

Waluyo memaparkan khusus untuk data siswa se DKI Jakarta baru sebanyak 70.205 baik dari SD, SMP dan SMA/SMK. Proses pendataan tersebut telah dilakukan sejak 3 minggu yang lalu. Maka untuk mencapai target 332.465 siswa, penyisiran oleh petugas dinas pendidikan terus dilakukan.

"Kita targetkan KJP selesai minggu ke 4 bulan Maret," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Para peserta didik dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan setingkat di Jakarta, akan menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahun anggaran 2013 pada akhir Maret ini. Program ini diprioritaskan untuk siswa yang kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, anggaran KJP tahun 2013 sebesar Rp 804 miliar. Anggaran tersebut akan dalokasikan kepada 332.465 siswa berusia 7-19 tahun dengan kategori miskin.

(ndu/van)