Acara debat calon gubernur kali ini digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Grand Angkasa, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (1/3/2013) malam. Hadir di sana sejumlah pejabat KPU Sumut, serta anggota legislatif dari berbagai tingkatan asal Sumut.
Seluruh kandidat calon datang dalam acara ini. Masing-masing berdasarkan nomor urut, (1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan dan (5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. Sementara panelis dalam kegiatan ini ada dua orang, yakni Prof Subilhar dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada sesi kedua, para calon boleh mengajukan pertanyaan pada calon lain, dialog dan jawaban yang dilontarkan antara sesama calon gubernur dan calon wakili gubernur banyak diwarnai dengan sentilan. Keempat pasangan sepakat menyerang pasangan Gatot - Tengku Erry. Gatot merupakan Plt Gubernur Sumut saat ini, sementara Tengku Erry Nuradi merupakan Bupati Serdang Bedagai sekarang.
Para cagub menuding berbagai persoalan yang ada karena pemerintahan yang ada saat ini tidak mampu bekerja. Terutama masalah infrastruktur, dan daya saing yang rendah.
"Banyak jalan yang rusak di Sumut ini. Tidak ada pembangunan jalan baru. Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah pusat, mestinya pemerintah daerah berusaha," tukas Chairuman Harahap.
Selain menyerang incumbent, sesama cagub juga saling menyentil, bahkan cenderung kasar. Misalnya saat salah satu cagub bertanya dengan suara yang relatif pelan dan lambat, cagub yang ditanya minta diulangi karena dia merasa tidak jelas pertanyaan dari cagub yang disebutnya manula tersebut.
Namun banyak pula para calon gubernur yang lebih banyak menggugat kelemahan dan kondisi Sumut yang tidak ideal, namun tidak mampu menjabarkan dengan konkrit programnya kelak jika memimpin. Kecuali menjanjikan akan memberikan perubahan.
(rul/van)











































