Wahyudin 'Mas Ganteng' dari Memulung, Belajar, Mengajar hingga Asmara

Wahyudin 'Mas Ganteng' dari Memulung, Belajar, Mengajar hingga Asmara

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 01 Mar 2013 22:06 WIB
Wahyudin Mas Ganteng dari Memulung, Belajar, Mengajar hingga Asmara
Wahyudin 'Mas Ganteng' di depan rumah orang tuanya (Foto: Edward Febriyatri/detikcom)
Jakarta - Sebagai pemulung yang mengejar impiannya dengan berkuliah, Wahyudin 'Mas Ganteng' ternyata juga aktif di kegiatan sosial, dari mengajar hingga menolong orang sakit. Sebagai anak muda, Wahyu juga pernah merasakan panah asmara. Seperti apa sih ceritanya?

"Meski terus memulung sampah, juga tidak menghambat saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Berkaca dengan kesulitan saya, saya ingin memberikan pelajaran tambahan buat anak-anak lain, kursus bahasa Inggris," ujar Wahyudin saat berbincang-bincang dengan detikcom di rumah orang tuanya, Kampung Kalimangis, Gang Lame, Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (01/3/2013).

Meski Wahyu memiliki keterbatasan fasilitas dan biaya namun dia tidak kehabisan akal. Dirinya yang mengenyam bangku kuliah meminta tolong keberadaan teman-temannya. Rupanya pergaulan Wahyu cukup luas, dari anak rakyat jelata hingga anak pejabat negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Caranya, Wahyu memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti memakai BlackBerry hasil pemberian kerabatnya. Dia terkadang memasang status ada anak-anak yang butuh diajari mata pelajaran tertentu dan meminta kesanggupan teman-temannya. Kemudian Wahyu juga menggunakan sarana media sosial Twitter untuk kegiatan mengajar ini.

"Dua tahun terakhir saya bersama teman-teman mendirikan yayasan Remaja Peduli Lingkungan (RPL) Silaturahim," tuturnya.

Pengajaran-pengajaran gratis itu digelar di masjid-masjid atau fasilitas umum lain di kawasan Kecamatan Jatisampurna. Hingga saat ini ada 6 titik tempat memberikan pengajaran gratis itu untuk anak-anak SD.

Tak hanya mengajar, Wahyu juga menceritakan pengalamannya dimintai tolong orang lain yang sedang sakit. Orang itu butuh dibawa ke rumah sakit namun tidak mempunyai cukup biaya.

Meski dirinya tidak mempunyai uang sepeserpun, tapi berbekal pendidikan, dengan berani ia mendatangi pihak Kelurahan Jatikarya. Saat itu dirinya hanya memperkenalkan diri bahwa dirinya merupakan mahasiswa.

"Saya bilang ke aparat kelurahan 'Saya membawa seorang warga Bapak dia butuh biaya untuk operasi tumor'. Lalu pihak kelurahan bilang 'prosedur berbelit'. Saya cuma bilang akan jalani semua prosedur dan saya pinta ke mereka kalau sekarang ini kelurahan punya pendapatan untuk biaya pasien yang membutuhkan bantuan berobat," ujarnya.

Nah sejak saat itu dia selalu dimintai tolong para warga di kampungnya bila ada yang sakit namun tak memiliki biaya. "Pernah ada nenek-nenek dia bilang belum mau meninggal kalau saya belum nikah," kisahnya.

Sebagai anak muda, Wahyu tentulah pernah merasakan rasa suka pada lawan jenisnya. Dia berbagi sedikit cerita kepada detikcom mengenai kisah asmaranya itu.

"Saya pernah jadian sama anak Laguna (Taman Laguna Bekasi, red). Pertama kali ketemu pas lagi mulung, waktu itu zaman-zaman SMA. Pas lagi mulung, anak pemilik rumah itu lalu memperhatikan gerak gerik saya. Kadang-kadang dia ngasih makan, tapi saya selalu tolak, malu," tuturnya.

Dengan malu-malu Wahyu mengakui suka kepada anak pemilik rumah di komplek itu. Namun dia tahu diri dengan profesinya sebagai pemulung, tak mau maju duluan.

"Nggak mungkin lah, saya sadar diri. Yang nembak dia," tuturnya.

Wahyu kemudian menjalin kasih dengan sang gadis yang diketahui dan direstui orang tua sang gadis. Namun karena Wahyu harus belajar, memulung dan berjualan gorengan, dirinya jarang bertemu.

"Jarang saya malam mingguan sama dia. Saya kalau pacaran, saya lagi mulung, dia ada di rumah, saya main di rumah dia," tutur Wahyu.

Namun hubungan Wahyu tak lama karena sang kekasih harus pindah untuk melanjutkan kuliah ke kota di Sumatera. Wahyu pun mendukung agar kekasihnya bisa mencapai cita-cita.

"Ya udah kalau kamu mau pindah, kamu kejar aja cita-cita kamu. Kalau jodoh pasti kita ketemu lagi," kenang Wahyu saat mengakhiri hubungan.

Kini, Wahyu masih available. Namun dia tak mau memikirkan soal asmara saat ini karena harus mengejar target dan cita-citanya.

"Takutnya, kalau saya pacaran, saya nggak konsentrasi kuliah. Jadinya nanti sia-sia semua," kata dia.

Seperti apa sih perempuan idaman Wahyu sang 'Mas Ganteng' ini?

"Ya, yang penting dia seiman. Ndak mesti cantik, yang penting hatinya, dia bisa terima saya apa adanya. Kalau sudah umur 27 tahun, saya harus punya usaha, dan saat itu saya baru menikah. Itu target saya," jawab pemuda berusia 21 tahun yang sedang menunggu wisuda pada Desember 2013 ini.

(nwk/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads