Dua Pelajar di Yogyakarta Tertangkap Mencuri 4 Karung Gabah

Dua Pelajar di Yogyakarta Tertangkap Mencuri 4 Karung Gabah

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 01 Mar 2013 19:59 WIB
Yogyakarta, - Orang pelajar tertangkap polisi saat mencuri 4 karung gabah di Kulonprogo. Pelaku yang masih berstatus pelajar SMK itu memang spesialis mencuri gabah milik warga.

Dua orang tersebuat adalah Taufik Budianto (18) warga Dusun Ngalihan Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan Kulonprogo dan Hasanudin (19) warga Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan Sleman.

Kedua ditangkap aparat Polsek Nanggulan seusai menyikat 4 karung gabah kering. Pelaku ditangkap saat menyembunyikan hasil curian di sebuah gubuk yang berada di wilayah Dusun Klajoran, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Jumat (1/3/2013) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua orang pelaku berstatus pelajar SMK di Nanggulan," kata Kapolsek Nanggulan, Kompol Rahmat Hartono kepada wartawan di kantor.

Menurut Rahmat, aksi pencurian itu dilakukan di rumah korban Wito Mulyono, 57 warga Dusun Tanjungggunung RT 22/RW 8, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan. Pelaku mengambil empat buah karung beras milik korban yang diletakkan di halaman rumah tanpa pengawasan.

Empat karung gabah kering kemudian diangkut sebanyak dua kali menggunakan Yamaha Mio warna hitam dengan nopol AB 3993 ML. Pengambilan pertama sebanyak dua karung dengan berat masing-masing 50 kilogram. Kemudian pelaku mengambil yang kedua sebanyak dua karung dengan berat 50 kilogram dan 30 kilogram.

"Hasil curian tersebut rencanannya akan dijual ke tempat penggilingan gabah yang ada di wilayah Moyudan, Sleman," katanya.

Hasil curian sebanyak dua karung gabah disimpan di sebuah gubuk yang berada di wilayah Dusun Klajoran, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan. Saat membawa hasil curian yang kedua sebanyak dua karung, kedua pelaku kepergok anggota Polsek Nanggulan yang sedang melakukan patroli keliling sekitar pukul 02.30 WIB.

Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku dan sempat melakukan pengejaran. Ketika dihentikan dan ditanya mengenai barang bawaan tersebut, pelaku mengaku barang tersebut milik salah satu warga yang minta tolong.

"Saat kita tanyakan ke pemilik ternyata tidak kenal," katanya.

Menurut Rahmat kedua tersangka merupakan spesialis pencuri gabah yang sering beraksi di wilayah Nanggulan. Modus yang dilakukan dengan mengambil gabah di rumah penduduk yang diletakkan di halaman atau teras rumah. Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku juga diketahui sudah belasan kali terjerat kasus pencurian seperti pencurian gabah, helm dan tabung gas.

"Taufik sebagai otak dalam pencurian yang dilakukan. Hasil curian biasanya digunakan untuk berfoya-foya dan pesta minuman keras. Satu karung gabah biasanya dijual dengan harga Rp 200 ribu," pungkas Rahmat.

(bgk/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini