Anak & Ibu Tiri Berselisih, 1 Orang Tewas & 3 Luka
Senin, 04 Okt 2004 11:50 WIB
Ambon - Perselisihan keluarga antara anak dan ibu tiri di Desa Aboru Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka. Korban tewas bernama Yuliana Sinay, sementara tiga korban luka adalah Yosi Sinay dan Yacob Sinay, satu orang lagi belum teridentifikasi.Demikian disampaikan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Leonidas Braskan kepada detikcom di ruang kerjanya, Senin pagi (4/10/2004). "Kasusnya sedang kami kembangkan dengan memanggil empat orang yang teridentifikasi sebagai tersangka. Dan hari ini mereka telah kami panggil," beber Braskan.Dikatakan, perselisihan keluarga itu sempat membuat ketegangan di desa tersebut. Pasalnya beberapa keluarga dekat korban sudah memuncak emosinya ingin membalas kematian saudaranya.Melihat kondisi tersebut, aparat Kepolisian langsung menurunkan tiga peleton pasukan yang terdiri atas Polsek setempat dan Brimob yang BKO-kan guna mengamankan situasi. "Situasi dapat kami kendalikan. Massa memang sempat berkonsentrasi. Namun kesigapan aparat polisi dapat mengeliminir situasi. Dan saat ini kondisi sudah dapat diantisipasi. Aktivitas warga telah kembali normal. Hanya perlu ada kesigapan untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan terburuk," kata dia.Ada empat tersangka dalam kasus itu yaitu Hanock Nahumury, Benja Usmany, Yance Usmany dan Frans Nahumury. "Mereka sempat ditahan di Polsek Saparua dan hari ini digelandang ke Mapolres Pulau Ambon untuk dilakukan pemeriksaan," tandasnya.Kendati pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka, namun tidak menutup kemungkinan dari hasil pemeriksaan akan ada penambahan tersangka. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya," jelasnya.Dikatakan juga, untuk mengantisipasi adanya kasus-kasus perselisihan yang bermuara pada jatuhnya korban jiwa, pihaknya akan menambah personel terutama pada Polsek Saparua. "Memang Polsek di sana kekurangan personel polisi. Dalam waktu dekat akan kami tambahkan. Wilayah hukumnya kan sangat luas," ujarnya.
(nrl/)











































