"Jalan tadi kan banyak lubang. Rambu-rambu lalu-lintas dan lampu jalan kurang. Sering kecelakaan, harus ada perbaikan," ujar Ketua Komisi V, Lorens Bahang Dama di lokasi kejadian, Jl Raya Sukabumi, Kampung Babakan, Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Km 12 Patok 2, Jawa Barat, Kamis (28/2/2013).
Lorens yang datang bersama anggota komisi V lainnya yakni Syahfan B Sampurno, Sigit Sosiantomo, dan Hetifah. Mereka sempat menemui Kapolres Cianjur, AKBP Agustri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sedang kami selidiki. Untuk sopir surat-surat lengkap. Ini karena rem truk blong," jawab Agustri.
Untuk mempelajari kasus kecelakaan lalu lintas di jalur luar kota yang semakin sering terjadi, Komisi V DPR berencana memanggil pihak-pihak terkait.
"Selasa kita akan panggil Dirjen Bina Marga dan Perhubungan Darat, juga jasa raharja. Kepolisian juga, dan izin pengemudi jangan terlalu mudah memberi izin," kata Lorens.
Di dalam kesempatan yang sama, rombongan mendatangi salah satu rumah yang rusak akibat tertimpa badan bus. Sang pemilik rumah, Husni Thamrin mengaku masih trauma dengan kejadian itu.
"Jenazah-jenazah ditaruh di depan rumah. Bayangan itu yang tidak bisa saya hilangkan. Anak-anak juga trauma," kata Husni kepada Lorens.
Kecelakaan maut ini terjadi pada Sabtu 23 Februari 2012 lalu. Sopir yang panik lalu membanting setir ke arah kanan. Truk ini lalu menabrak sebuah angkot yang berpenumpang 12 orang dan 6 motor. Akibatnya, 16 orang termasuk sopir truk tewas.
(/lh)










































