Dua Sekolah di Palu Diteror Bom
Senin, 04 Okt 2004 11:12 WIB
Palu - Di Palu, sekolah menjadi tempat favorit peneror bom. Pada Senin (4/10/2004) ini satu sekolah kejuruan dan satu sekolah umum giliran jadi korban. Teror pertama melanda SMKN I Palu di Jl.Tanjung Santigi, Palu Timur. Teror lewat telepon diterima pukul 09.00 Wita. Teror kedua melanda SMUN II Palu di Jl.Tanjung Bako, Palu Selatan.Di SMUN II yang menerima ancaman teror lewat telepon adalah Kepala Tata Usaha bernama, Edward, pada pukul 10.15 Wita. Penelepon bersuara perempuan. Peneror menyatakan, 5 menit lagi bom meledak di lingkungan sekolah.Edward lalu lapor ke Kepsek. Semua siswa dievakuasi keluar sekolah. Polisi melokalisir TKP. Lalu datanglah Gegana Brimob Polda Sulteng yang melakukan penyisiran di lokasi.Pada pukul 11.00 Wita, Gegana mencurigai sebuah benda di kamar keempat WC Umum di sekolah. Gegana lalu memasang alat disposal pada 11.45 WITA. Lalu benda yang dicurigai diledakkan. Temuan Gegana menunjukkan, benda yang dicurigai itu terdiri dari rangkaian baterei, kabel, pipa paralon dan serbuk black powder.Saat ini polisi masih memasang police line di TKP. Seribuan siswa dan guru masih bertahan di seberang sekolah untuk menyaksikan kerja Gegana. Jalan sepanjang 500 meter ditutup untuk umum.Kapolres Palu AKBP Noman Siswandi kepada wartawan menyatakan, dia menganjurkan sekolah memperketat arus keluar masuk sekolah untuk mengantisipasi teror selanjutnya."Ini teror keempat di sekolah selama sepekan," katanya. Tempat yang yang jadi korban teror sebelumnya adalah kediaman Wakapolda Sulteng, SMKN II di Jl.Setia Budi, SMUN I di Jl.Gatot Subroto, dan hari ini dua sekolah di atas.
(nrl/)











































