"Kelihatannya ada agenda terencana yang coba dibangun oleh Bung Anas semenjak beliau ditetapkan sebagai tersangka untuk menjadikan partai ini semakin tidak dipercaya oleh masyarakat. Ini yang kami sesali dan menjadikan rasa simpati kami menurun. Ini sesuatu yang tidak baik," ujar Ilham usai membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa Partai Demokrat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (27/2/2013) malam.
Menurut Ilham, seharusnya Anas yang selama ini ikut berjuang membesarkan partai ini tetap memiliki komitmen dan loyalis tinggi terhadap partai kendati ada masalah hukum yang mendera.
"Jangan kemudian ini dikatakan ada tekanan politik. Saya kira sangat tidak mungkin ada intervensi dari pihak manapun di luar institusi KPK saat memutuskan status Bung Anas," lanjutnya.
Ilham juga menyarankan agar Anas lebih fokus untuk menghadapi persoalan hukum yang membelitnya sebagai wujud tanggung jawab dan komitmennya terhadap supremasi hukum kita, utamanya dalam pemberantasan korupsi. Kalaupun itu diyakini bahwa Anas tidak bersalah, lanjut Ilham, biar proses hukum itu sendiri yang menjadi ruang pelurusan.
"Yang saya tahu Anas adalah kader yang tegar ketika menghadapi masalah, hanya saja saya tidak tahu dalam kondisi sekarang ini kenapa tiba-tiba terlihat punya agenda terencana yang bisa membahayakan partai ini," tambah Ilham.
Rencananya, Kamis (28/2), Ilham akan mengumpulkan ketua-ketua Partai Demokrat se-Sulawesi, Maluku dan Papua di Makassar untuk menyatukan sikap bersama pasca berhentinya Anas sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy ini.
(mna/rmd)











































