Keluarga Sandera Inggris Minta Khadafi untuk Membantu
Senin, 04 Okt 2004 10:01 WIB
Jakarta - Keluarga teknisi Inggris, Kenneth Bigley, yang disandera di Irak selama lebih dari dua pekan, meminta Presiden Libya Muammar Khadafi untuk membantu membebaskan Bigley. Demikian disampaikan Paul Bigley, saudara laki-laki sandera Inggris tersebut.Dikatakannya, ia telah menelepon Saif Khadafi, salah seorang putra Khadafi, dan menanyakan apakah pemerintah Libya bisa mengintervensi untuk mengupayakan pembebasan pria berusia 62 tahun itu."Saif mengatakan bahwa dia telah mendengar soal situasi tersebut dan menanyakan apa yang bisa dilakukannya," ujar Paul kepada media Inggris, Press Association seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/10/2004)."Saya bilang: 'Kenapa tidak telepon ayah anda?' dan dia (Saif) berjanji akan melakukannya.""Tidak lama setelah itu saya dapat telepon dari Yayasan Khadafi di Libya, yang telah berjanji akan melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu kami. Mereka bilang mereka akan melakukan semampu mereka," tandas Paul.Kenneth Bigley dan dua rekannya asal AS diculik di Baghdad, 19 hari lalu oleh kelompok Tawhid wal Jihad, yang diduga dipimpin oleh Abu Musab al-Zarqawi, sekutu dekat jaringan al Qaeda. Kedua sandera AS tersebut telah dipenggal penculik mereka. Sementara sandera Inggris dan keluarganya telah beberapa kali memohon kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair untuk menyelamatkan jiwanya. Namun pemerintahan Blair menegaskan bahwa pihaknya menolak untuk bernegosiasi dengan kelompok penyandera.
(ita/)











































