RSCM: Saat Datang, Bayi Hikmah Keadaannya Sudah Lemah

RSCM: Saat Datang, Bayi Hikmah Keadaannya Sudah Lemah

Mulya Nur Bilqis - detikNews
Rabu, 27 Feb 2013 14:37 WIB
Jakarta - Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) membantah, kalau pihaknya tidak maksimal melayani almarhum (Alm) bayi Hikmah Fitriatul Umum. Saat masuk rumah sakit, balita tersebut dalam kondisi lemah

"Dia datang dengan keadaan lemah seperti itu ya susah. Mau sampe kapanpun sulit mengejarnya. Dipasang infus, dikasih makan bahkan dimasukkan ke rawat inap. Kalo kita tidak layani, tidak mungkin sampai ke rawat inap. Itu kan diobati," ujar Direktur utama RSCM, Dr Ch Soejono, spPD, K, Ger usai saat ditemui di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2013).

RSCM menegaskan kembali tidak mungkin tidak melayani bayi Hikmah. Namun lemahnya kondisi bayi Hikmah itu tidak ada jaminan bayi itu sembuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu ia dikelola unit gawat darurat, yang namanya dikelola itu tidak ada jaminan dia sembuh," imbuh dia.

Saat dirawat di RSCM kondisinya sempat membaik. Namun infeksi paru-parunya terlalu berat.

"Kalau tidak salah sekitar 10 hari dan saat itu dia (berat badan-red) sempat naik menjadi 3,45 kg, naik sedikit-sedikit. Berarti kondisi berat badan balita bisa mengikuti namun yang menjadi kendala adalah infeksi paru-parunya terlalu berat," tandasnya.

Sebelumnya Hikmah Fitriatul Umum menghembuskan nafas terakhirnya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Bayi berusia 1 tahun 3 bulan ini meninggal karena mengalami infeksi paru-paru dan gizi buruk.

Pantuan detikcom, Selasa (26/2/2013), seorang pria menggendong bayi yang sudah terbalut kain kafan dalam mobil AVP warna silver. Dalam kain kafan itu terbujur kaku jasad Hikmah.Tidak diketahui siapa pria yang menggendong Hikmah. Pria itu hanya diam ketika ditanya wartawan. Rencananya Hikmah terlebih dahulu akan dibawa ke Rawasari, Jakarta Timur.

Parjo, ayah Hikmah ingin memakamkan bayinya di samping makam ibunya di Pemalang, Jawa Tengah. "Rencana di makam samping ibunya di Pemalang, Jawa Tengah," ujar Parjo di RSCM, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Nora pengajar anak pemulung di Rawasari dan pendamping bayi Hikmah menyanyangkan pelayanan rumah sakit yang tidak maksimal. "Kalau di UGD kita seperti self service," terangya.

Menurut Nora, bagian pengurusan pengantaran jenazah meminta biaya Rp 2 juta untuk mengantarkan Hikmah ke Pemalang.Bayi Hikmah masuk ke RSCM pada 12 Februari 2013. Selama 2 minggu Hikmah dirawat di ruang rawat inap bukan ruang perawatan khusus neonatal intensive care unit (NICU). Ketika kondisi Hikmah memburuk, pihak rumah sakit menyarankan agar Hikmah dipindahkan ke NICU. Namun sayang, nyawa Hikmah tak lagi tertolong.

"Mengembuskan napas terakhir tadi pagi pukul 09.00 WIB. Dokter bilang gagal napas," terangnya.

(edo/nwk)


Berita Terkait