MMI: Diduga Jebakan, Tidak Logis Baasyir Ditukar 2 Sandera

MMI: Diduga Jebakan, Tidak Logis Baasyir Ditukar 2 Sandera

- detikNews
Senin, 04 Okt 2004 00:03 WIB
Yogyakarta - Permintaan untuk menukar dua sandera Warga Negara Indonesia (WNI) Rosidah binti Anom dan Rafikan binti Aming yang diculik oleh Tentara Islam Irak dengan Abu Bakar Baasyir yang masih ditahan dinilai tidak logis.Diduga ada sebuah rekayasa besar atau jebakan dari pihak lain. Apabila Baasyir sampai ditukar dengan dua sandera tersebut, maka selanjutnya Baasyir akan ditangkap oleh AS sebagai upaya pembenaran Baasyir adalah teroris."Bila benar mau ditukar itu hanya akan semakin memperkuat stigma Ustad Abu punya jaringan internasional," kata Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Irfan S Awwas kepada wartawan di kantornya jalan Veteran Yogyakarta, Minggu (3/10/2004).Ditegaskan dia, pihaknya tidak akan setuju dengan penukaran tersebut. Jika benar mau dilakukan, maka Baasyir akan diusir dari Indonesia, sehingga AS dengan leluasa dapat menangkapnya kembali."Kami tegaskan, Ustad Abu dan Majelis Mujahidin tidak ada dan tidak punya hubungan dengan pejuang-pejuang di Irak. Hal ini jelas menunjukkan adanya skenario untuk menyeret Ustad Abu sebagai orang yang terlibat dalam terorisme," tukas Irfan.Dia pun mempertanyakan mengapa pemerintah Indonesia diam saja dan tidak pernah bertindak serius terhadap tragedi yang menimpa TKW Indonesia yang terjadi di mana-mana selama ini."Ini aneh sekali, dan ada apa ini semua. Sejak kapan pemerintah Indonsia mau memberi perhatian dengan kasus TKW," ujar Irfan heran.Dalam kasus penyanderaan 2 WNI di Irak, lanjut dia, MMI justru menyalahkan pemerintah Indonesia khususnya Deplu serta TKW yang bersangkutan. Sebab sebelum terjadi invansi ke Irak, pemerintah Indonesia sudah meminta agar semua WNI yang masih berada di Irak segera keluar. Tapi nyatanya masih ada WNI di Irak."Kita justru curiga, siapa TKW itu. Pemerintah sudah mengumumkan warganya untuk keluar dari Irak sebelum terjadi serangan AS. Tapi mereka justru mencari penyakit. Kami melihat, dua TKW itu jelas bukan perempuan sembarangan. Kami juga menyalahkan pemerintah kenapa mereka sampai tidak tahu masih ada warganya di Irak. Ada apa sebenarnya di balik itu," tukas Irfan.Jika memang pemerintah betul-betul independen dan bebas dari tekanan AS, sambung dia, seharusnya Baasyir sudah dibebaskan. Sebab selama ini, bukti-bukti yang disampaikan di pengadilan tidak menunjukkan Baasyir seorang teroris."Dalam persidangan, jelas-jelas Ustad Abu tidak terbukti dalam peristiwa terorisme. Dan sekarang dikaitkan dengan penculikan dua TKW di Irak. Peristiwa yang sambung-menyambung ini, tidak mungkin tanpa ada skenario untuk menghancurkan citra Ustad Abu khususnya, dan citra Islam umumnya," tandas Irfan. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads