Gubernur Jatim Soekarwo dan KSAD Jenderal Pramono Edhie disebut sebagai kandidat kuat Ketum Partai Demokrat (PD). Hal itu diperkuat dengan pernyataan Ketua DPP PD Sutan Bhatoegana yang menyebut PD trauma dengan kepemimpinan tokoh muda pasca kepemimpinan Anas Urbaningrum.
"Tujuan Pak SBY sebenarnya untuk memunculkan anak muda, tapi ternyata bermasalah. Jadi yang muda-muda kurang matang, namun akhirnya mematangkan sendiri," kata Sutan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/2/2013).
Sutan mengatakan PD tak lagi mencari tokoh muda untuk menjadi pengganti Anas nanti. Namun Sutan tak merinci siapa kandidat yang akan dijadikan Ketum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutan mengatakan saat ini fokus PD adalah menjaga kesolidan internal. Setelah solid, barulah PD akan mencari pemimpin pengganti Anas Urbaningrum.
"Biarlah lambat sedikit, asal bermanfaat untuk rakyat," imbuh Ketua Komisi VII DPR itu.
Sebelumnya dua nama diisukan menguat menjadi kandidat Ketum PD, yaitu Gubernur Jatim Soekarwo dan KSAD Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo.
"Jika KLB segera yang jadi Soekarwo, kalau konsolidasi dulu Pramono Edhie," kata sumber detikcom di internal PD, Selasa (26/2/2013).
Kemungkinan Pramono menjadi Ketum PD bisa terwujud jika konsolidasi berlangsung agak lama sambil menunggu Pramono pensiun dari TNI pada Mei 2013 nanti.
"Kita butuh waktu paling tidak 3 bulan untuk konsolidasi, kalau KLB sudah pensiun Pramono bisa diterima menjadi ketua umum PD," katanya.
Anggota Majelis Tinggi pun tak menampik Pramono layak memimpin PD. "Dia (Pramono) sudah menjabat sebagai KSAD. Berarti layak dong," ujar anggota Majelis Tinggi PD Syarief Hasan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Februari lalu.
(/)










































