JI Ingin Dirikan Khilafah Global

Agus Maftuh Abegebreil:

JI Ingin Dirikan Khilafah Global

- detikNews
Minggu, 03 Okt 2004 17:01 WIB
Yogyakarta - Al-Jama'ah al-Islamiyah atau sering disebut dengan Jamaah Islamiah (JI) memang benar-benar ada dan bukan sebuah rekayasa. JI merupakan organisasi gerakan yang mempunyai jam terbang internasional yang tidak dibatasi oleh wilayah teritorial sebuah negara.Gerakan JI sudah siap dan rapi dengan pedoman sucinya yang bertitel Pedoman Umum Perjuangan Al-Jama'ah Al-Islamiyah (PUPJI). PPUJI ini memuat tujuan, target dan strategi proyek "Khilafah Establishing (pembangunan kembali khilafah global) sebagai gold program.Demikian dikemukakan Direktur Siyasa Reasearch Institute (SR-Ins) Agus Maftuh Abegebreil saat peluncuran buku "Negara Tuhan: The Thematic Encyclopaedia" di Hotel Saphir, Jl. Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta, Mingu (3/10/2004).Ditegaskan Maftuh, JI telah lama mempersiapkan diri untuk mencapai tujuannya. JI bahkan menyiapkan diri mengambilalih Negara Kesatuan RI sebagai qa'ida aminah atau base camp menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah ala Minhajin Nubuwwah (bentuk negara Islam model prophetic)."Tidak hanya itu, JI ternyata telah mempunyai Nidlom Asasi semacam UUD 45 yang mengatur mekanisme gerakan," kata Mahftuh dalam bukunya setebal 1.000 halaman itu.Afghanistan, lanjut Maftuh, merupakan tempat berlatih militer anggota JI yang ada saat ini. Pelatihan militer anggota JI ini meliputi empat materi pokok yaitu weapon training, teknik infanteri, map reading, dan field engineering lengkap dengan bombing training."Semua itu merupakan oleh-oleh dari para alumni Afghanistan yang dididik di AMPES (Akademi Militer Peshawar) yang jadi virtual universities for future islamic radicalism, yang kemudian melahirkan resolusi jihad," katanya.Menurut staf pengajar IAIN Sunan Kalijaga itu, gaya resolusi jihad itu telah mengajarkan doktrin-doktrin radikal dan aksi militan kepada par mujahidin dari berbagai negara yng jadi relawan di Afghanistan. Para mujahidin itu tetap mengabadikan semangat perjuangannya menentang segala aral yang melintang demi penegakan "negara Tuhan," meski mereka telah kembali ke negeri masing-masing. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads