Bom Kedubes Australia
Ajaib, Manny Sehat Kembali
Minggu, 03 Okt 2004 12:21 WIB
Jakarta - "Miracle Babe" begitulah headline besar The Sunday Times, edisi Minggu The Straits Times, sebuah harian terkemuka di Singapura. Isinya, mengulas tentang Elizabeth Manuela Bambina Musu (5 tahun), yang kini kembali sehat.Manny, panggilan sayang bocah itu, adalah salah satu korban luka parah bom di depan Kedubes Australia pada 9 September lalu. Kesembuhan Manny dianggap ajaib karena Manny menderita luka sangat parah dan diprediksi mengalami kelumpuhan di organ tubuh bagian kanan. Tapi faktanya, sekarang Manny tak ubahnya bocah normal lainnya."Kesembuhanya yang cepat adalah sebuah keajaiban," kata ahli bedah syaraf yang menanganinya, Ng Puay Yong (39). Ng adalah salah satu dari tim dokter yang terdiri dari lima orang, yang merawat Manny di RS Mt Elizabeth, Singapura."Ketika dia tiba di RS, dia nyaris meninggal. Kedua pupil matanya tidak bereaksi," cerita Ng.Kisah Manny membetot perhatian tersendiri karena bocah itu sempat menjadi rebutan dua ayah berbeda kebangsaan. Ayah pertama adalah Emanuel Musu, seorang satpam bank berkebangsaan Italia yang tinggal di kota Romeo-Juliet, Verona. Ayah satunya adalah seorang polisi di Sydney, Australia, bernama David Norman.Sedang ibu Manny adalah Maria Eva Kumalawati, asal Tangerang, yang kini telah menjadi warga asing. Eva tewas dalam ledakan bom saat mengurus dokumen di Kedubes Australia, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (9/9/2004).Lewat penelitian DNA, diketahui Manny adalah anak David Norman. Tapi sedari bayi, Manny telah hidup dengan Emanuel di Verona. Manny menyebut Emanuel dengan sebutan "Papa", sedangkan Norman dipanggilnya "Dada".Senin mendatang, Manny terbang ke Italia bersama Emanuel. Kedua ayahnya sepakat Manny dibesarkan di negeri itu.
(nrl/)











































