Ba'asyir Minta Penculik di Irak Bebaskan Rosidah dan Rafikan

Ba'asyir Minta Penculik di Irak Bebaskan Rosidah dan Rafikan

- detikNews
Minggu, 03 Okt 2004 07:05 WIB
Jakarta - Amirul Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Bakar Ba'asyir meminta kepada kelompok penyandera di Irak membebaskan 2 WNI yang ditahan, yakni Rosidah binti Anom dan Rafikan binti Aming. Ba'asyir menduga pelaku penyanderaan bukan dilakukan oleh kelompok Islam di Irak."Secara ahlak mereka (penculik-red) tidak mencerminkan Islam. Seorang mujahid adalah dilarang menyentuh wanita dan anak-anak dalam melakukan perjuangan," kata Ustad Abu Bakar Ba'asyir seperti yang disampaikan kuasa hukumnya, Mahendradatta saat dihubungi detikcom di Jakarta, Minggu (3/10/2004).Seperti diketahui, 2 WNI yang bekerja di Irak telah disandera oleh kelompok penculik di Irak. Dalam pernyataannya dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan oleh stasiun televisi Al-Jazeera penculik meminta agar Ba'asyir dibebaskan untuk membebaskan dua WNI yang mereka culik.Ba'asyir menduga pelaku penculikan bukan dilakukan oleh kalangan Islam yang tengah berjuang di Irak. "Ini jelas sangat transparan, pelakunya sama sekali tidak paham dengan ajaran Islam," kata Ba'asyir. Ba'asyir menolak dengan keras jika pembebasan dirinya dilakukan dengan cara-cara yang melawan hukum. "Walaupun hukum di Indonesia hari ini masih dikuasai dan bekerja untuk kepentingan asing tapi kebebasan harus melalui jalur hukum," katanya.Kendati pemerintah Indonesia nantinya akan membebaskan Ba'asyir untuk menuruti kehendak para penculik, maka Ba'asyir akan menolaknya. "Saya minta penculik melepaskan mereka tanpa syarat apapun apalagi yang dikaitkan dengan saya," kata Ba'asyir. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads