Flu Burung, Petani Grobogan Berharap Dapat Pinjaman

Flu Burung, Petani Grobogan Berharap Dapat Pinjaman

- detikNews
Sabtu, 02 Okt 2004 23:19 WIB
Semarang - Kembalinya wabah flu burung atau avian influenza di Grobogan membuat peternak was-was. Ratusan ekor ayamnya mati sia-sia, itu mereka berharap mendapat loan atau pinjaman lunak dari pemerintah.Ketua KTNA (Kelompok Tani dan Nelayan Andalan) Grobogan Suwarto mengatakan, sejak wabah flu burung mengalami booming pada tahun 2003, para peternak di daerahnya belum menerima dana kompensasi ganti rugi. Terutama dana bagi peternak yang ayamnya dimusnahkan."Dana ganti rugi itu tidak bisa diharapkan. Akan lebih baik kalau pemerintah memberikan loan atau pinjaman lunak bagi kami. Dari pada harus menunggu dana yang belum jelas," katanya kepada detikcom ketika ditemui di lokasi ternaknya, Jl. Solo KM 4 Toro Grobogan, Sabtu (2/10/2004) sore.Peternak yang mempunyai 1.500 ekor ayam itu menyatakan dana itu akan digunakan sebagai langkah-langkah awal untuk membangkitkan usahanya. Misalnya untuk membeli obat-obatan dan perawatan fasilitas kandang.Ketika ditanya soal kerugian material pada saat wabah flu burung menyerang, Suwarto tidak menjawab dengan pasti. "Satu ekor itu seharga 70 ribu rupiah. Kemarin saya memusnahkan 350 ekor. Berarti ya sekitar hampir 30 jutaan," paparnya.Lebih lanjut Suwarto menjelaskan, di Grobogan ada 26 peternak ayam yang rata-rata mempunyai 5-10 ribuan ekor ayam. Jika saja satu peternak kehilangan 500 ekor ayam maka jumlah kerugian yang ditimbulkan wabah flu burung mencapai Rp 910 juta rupiah.Sekadar diketahui, seperti diakui Suwarto saat ini wabah flu burung membunuh 25 ekor per hari. Diperkirakan jumlah itu akan bertambah lagi kalau peternak tidak mem-vaksin ternaknya. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads